Showing posts with label Technical Indicator. Show all posts
Showing posts with label Technical Indicator. Show all posts

Monday, September 14, 2009

Wave Analysis 2

http://trend-traders.com

Pola volume ketika menembus support / resistance

Volume selain untuk mengidentifikasikan trend bisa digunakan untuk, mengidentifikasi apakah ketika harga mendekati support/resistance gerakan harganya akan berlanjut, berbalik arah atau justru akan sideways/flat

Contoh sebuah gerakan harga ketika mendekati support/resitance diikuti oleh increasing volume.

Harga Saham INDF sebelumnya sempat membuat extreme high di level 1950 (high 26 Juni 2009), titik tersebut kita anggap sebagai potential resistance.


Gambar 1

Pada gambar 2 terlihat harga kembali bergerak mendekati level 1950 dengan increasing volume. Kemungkinan titik ini dapat ditembus.

Gambar 2 menunjukkan bahwa harga mampu menembus potential resitance.



Gambar 2

Gambar 3 setelah harga mininggalkan resistance volume cenderung decline, maka terjadi koreksi terlebih dahulu sebelum harga melanjutkan kenaikan

Gambar 3

Gambar 3

Ketika harga bergerak mendekati support/resistance diikuti dengan volume yang meningkat (increase) maka hal tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan support/resistance tersebut akan dapat ditembus.

Jika seandainya ketika harga bergerak mendekati support/resistance justru volumenya menurun maka kemungkinan support/resistance tersebut akan gagal ditembus.

Contoh penembusan support/resistance dengan decline volume.

Gambar 4

Gambar 4

Pada harga saham BUMI sebelumnya sempat membuat high di level 2325 (titik ini kita anggap sebagai potential resitance) kemudian koreksi sebelumnya di level 2860 (titik ini kita jadikan potential support) .Pada kenaikan sesudahnya harga kembali mendekati titik 2325dengan decline volume, melihat hal ini kemungkinan harga akan gagal menembus titik 2325.

Selanjutnya harga gagal menembus potential resitance dan harga kembali mengalami koreksi ke area supportnya

Sebelum berlanjut perlu dismpaikan, apakah hal tersebut yang selalu terjadi?

Apa yang saya sampaikan diatas adalah teori logis yang terdapat di buku-buku, logikanya seperti ini, jika harga mendekati resistance diikuti dengan increasing volume maka hal tersebut menunjukkan kondisi ekses supply dan adanya peningkatan minat beli.Ada kalanya pada saat menembus resistance semua kondisi terpenuhi dengan sempurna, baik sebelum dan sesudahnya volome tetap increase, tapi baru naik beberapa persen saja tiba-tiba harga kembali turun dan menembus support sebelumnya.

Masih banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan terkait dengan penembusan support/resistance dengan atau tanpa volume tersebut.

Antara lain kondisi volume setelah harga menembus support/resistance tersebut, jika setelah menembus volume tetap increase maka kemungkinan trend harga masih akan tetap berlanjut.Jika dikaitkan dengan wave, kondisi ini merupakan ciri khas wave 3. Pada fase wave 5 harga setelah menembus peak wave 3 justru mengalami decline volume.

Contoh kasus diatas bisa ditemukan pada pola wave, elliot menyebutnya irregular correction.Setelah menembus support barulah harga bergerak naik dan membuat trend besar.

IR

IR

Jika pada wave 5 kita melihat harga tetap naik dan terjadi increasing volume maka,itu bukanlah wave 5 tapi extend wave 3.

Penggunaan volume analysis digabungkan dengan pembacaan wave Analysis akan menghasilkan hasil yang lebih optimal.

Hal ini berlaku juga ketika kita menganalisa harga menggunakan chart pattern, hendaknya ketika harga break dari patternnya diikuti dengan increasing volume, hal ini menunjukkan validitas dari pembentukan chart pattern tersebut. Pembentukan Chart pattern biasanya terjadi dengan volume yang decline

High volume:

High volume merupakan lonjakan volume yang sangat ekstrem, kondisi ini menunjukkan adanya pembelian dan penjualan secara besar-besaran.

Belum ada definisi pasti tentang bentuk High volume, beberapa definisi yang biasa dipakai antara lain:

1. Volume melonjak dua kali lipat dari volume sebelumnya atau

2. Volume melonjak dua kali lipat dari volume rata-rata 20 hari (bisa dilakukan dengan melakukan plotting Moving average pada volume).

Ada 2 jenis high volume

1.Blow off volume biasanya terjadi diujung trend dan mengisyaratkan terjadi reversal atau pembalikan trend.

2.Pada penembusan support/resistance biasanya juga terjadi lonjakan volume yang sangat tinggi, bentuknya dan ciri-cirinya mirip dengan blow off volume, hanya namanya yang berbeda, kondisi ini disebut breakout volume.

Breakout volume mengisyaratkan trend akan berlanjut (continuation).

Keduanya mirip tapi tak sama blow off volume untuk identifikasi reversal trend ,tapi breakout volume untuk continuation trend.

Kondisi yang paling umum terjadi dari high volume biasanya harga akan turun minimal 50% dari kondisi candle ketika terbentuk high volume. Perhatikan gambar dibawah setelah terjadi blow off volume kemudian harga membuat new high, lalu harga turun kembali sampai 50% dari candle dengan high volume baru kemudian naik lagi dan melanjutkan trendnya kembali.Jika pada waktu kenaikan kedua terjadi decline volume maka kemungkinan harga high sebelumnya akan gagal ditembus.(baca kembali tentang penembusan volume di support/resistance).

Wave Analysis (1)

http://trend-traders.com

Wave Analysis merupakan salah satu cabang yang ada dalam Teknikal analysis.. Pertama kali dipopulerkan oleh Ralp Nelson Elliot (1871-1948), sehingga teorinya sering disebut dengan Ellot Wave Theory. Menurut teori Elliot Wave harga bergerak karena adanya faktor psikologis dari pelku pasar, yang tertuang lebih lanjut dalam optimistis dan pesimistis. Lebih lanjut Elliot menemukan pola-pola dalam pergerakan harga. Teori Elliot Wave ini awalnya berangkat dari gerakan ombak di laut. Seorang penjaga pantai baru bisa tidur nyenyak setelah melewati 3 gelombang besar, karena setelah ada 3 gelombang besar biasanya air laut akan tenang, begitu pula diasumsikan dengan harga. Jika harga sudah bergerak dalam 3 gerakan besar maka selanjutnya harga akan bergerak sideways / flat.

Catatan sederhana tenttan Elliot Wave Theory ini bisa dibaca di

http://en.wikipedia.org/wiki/Elliott_wave_principle

Sebelum berlanjut lebih jauh lagi tentang Elliot Wave Theory ini, saya akan membicarakan dahulu tentang beberapa hal antara lain:

1. Technical Indicator

2. Volume

3. Chart Pattern

4. Fibonacci

1. Technical Indicator

Pada umumnya terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu:

a. Trend Following Indicator

Contohnya: Moving Average, Parabolic SAR, Bollinger Band, etc

Indicator dengan jenis ini efektif untuk menentukan apakah suatu trend masih dapat berlanjut atau tidak
—serta efektif digunakan ketika market sedang bergerak dalam trend yang kuat dan panjang
—Masalahnya utamanya

Kita tidak tahu kapan trend akan terjadi, berlanjut dengan sideways, atau justru terjadi reversal

2. Oscillator Indicator

Contohnya: Relative Strength Index, Stochastic Oscillator, W%R, etc

—Efektif digunakan ketika market sedang sideways. Karena digunakan untuk menentukan overbought dan oversold

Masalahnya

Kita Tidak tahu kapan market akan sideways

Hal lain tentang oscilltor adalah Divergence, divergence merupakan signal paling ampuh dari oscillator dibanding signal / metode entry signal pada oscillator

Teknik divergence bisa dibaca di :

http://www.babypips.com/school/divergence_trading.html

Masalahnya

Tidak ada price objective, tidak ada stop loss point pada penggunaan divergence ini.

Penemu RSI J. Welles Wilder pengatakan bahwa “it’s not working in all situation, but only working in certain condition”

Pertanyaan yang lebih lanjut adalah pada kondisi seperti apa kita bisa optimal dalam menggunakan divergence?

Pada Wave Analysis divergence yang valid adalah ketika harga berada pada fase wave 5, divergence yang terjadi antara peak wave 3 dan peak wave 5 akan valid sebagai reversal signal, divergence yang terjadi pada fase wave 3 akan menghasilkan false signal.

Masalah umum dari penggunaan indicator adalah, bahwa indicator akan bekerja secara optimal dikondisi market yang sesuai dengan fungsi indicator tersebut (timing dari penggunaan indicator)

Indicator tidak pernah bisa memberitahu kapan harga akan bergerak sideways atau trending

Pada masa sekarang seiring dengan perkembangan jaman sudah mulai dikembangakan banyak teknik dalam mengoptimalkan kinerja indicator-indicator tersebut:

- Optimization

- Walk Forward Optimization

- Neural Network & etc

Friday, September 11, 2009

Analisa Teknikal 2 ( Sidus System )

copy from: http://shinobyforex.blogspot.com

Trading Dengan Sistem Sidus
Cara trading disini menggunakan strategi Sidus sytem yang cukup efisien untuk mendapatkan keuntungan dari Forex Trading. Sistem ini adalah gabungan system BGX dan Vegas yang cukup populer.

Mata uang uang disarankan EUR/USD dan EUR/GBP (pilih salah satu saja). Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)

Metodenya sederhana tapi cukup efektif untuk melihat trend pergerakan harga. Indikator-indikator yang digunakan

1. Time Frame 1 Jam (1H) gunakan chart candlestick atau chart bar
2. EMA 18 dan EMA28 (warna merah dua-duanya)
3. WMA 5 (warna biru) dan WMA 8 (warna kuning)

*Masalah warna bisa diatur sesuai selera

Mensetup Indikator Sidus Sistem di Platform Marketiva
Setelah login melalui streamster Anda bisa langsung mensetup indikator2 diatas dengan cara yang mudah

1. Time frame 1 jam dan candlestick atau bar chart
  • Klik kanan pada bagian bidang yang menampilkan grafik (charting. Akan muncul beberapa pilihan (options)
  • Pilihlah “Timescale" Lalu klik “Hourly “ (jam) maka data grafik akan memunculkan data harga (Open, High, Low, Close) setiap 1 Jam
  • Klik kanan lagi bidang grafik pilih “Style”. Lalu klik "Candlesticks" atau "Bar Chart" (terserah Anda). Gambar grafik akan berubah sesuai pilihan Anda
2. EMA 18 dan EMA 28 (merah)
  • Klik kanan bidang grafik, akan muncul options
  • Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom "Type" pilihlah"Exponential (EMA=Exponential Moving Average)
  • Rubahlah angka default "Period" menjadi "18" lalu klik kotak warnanya "Line Color" pilih warna "merah".
  • Klik "OK".Anda sekarang memiliki garis EMA18 warna merah
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis "EMA 28 warna merah".
Bila sudah maka Anda sekarang memiliki 2 garis EMA yaitu EMA18 dan EMA 28 masing masing warna merah.

3. WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)
  • Klik kanan bidang grafik, akan muncul options
  • Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom "Type" pilihlah"Weighted (WMA=Weightedl Moving Average)
  • Rubahlah angka default "Period" menjadi "5" lalu klik kotak warnanya "Line Color" pilih warna "biru"
  • Klik "OK". Anda sekarang memiliki garis WMA 5 warna Biru
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis "WMA 8 warna kuning".
Bila selesai maka Anda sekarang memiliki 2 garis WMA yaitu EMA 5 (biru) dan EMA 8 (merah)

4. Secara keseluruhan pada grafik harga (charting) Anda sekarang memiliki 4 garis MA. Yaitu garis EMA 18 (merah), EMA 28 (merah), WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning). Cobalah “Save” Setup Anda ini sehingga Anda tidak perlu mengatur setting-annya setiap kali login. Untuk Men-“save” Klik Kanan Bidang Grafik kemudian pilih “Save Chart“. Isi Nama file sesuai selera Anda mis; “Sidus System” setelah itu klik "OK". Settingan Anda sudah tersave aman. Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa melakukan dengan cara yang sama. Tinggal klik Kanan bidang grafik (Charting).

Aplikasi Sidus System
EMA 18 dan EMA 28 (masing2 merah)
adalah merupakan 2 garis tunnel untuk membantu Anda menentukan kapan mulainya sebuah trend dan kapan trend itu berakhir. (jangka panjang)

WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)
Adalah garis yang akan membantu kita kapan kita harus memasuki trend itu (Open Position), dan garis ini juga akan menunjukan kuat tidaknya sebuah trend (jangka pendek)

Entry Signal
Lakukan Open position (sell atau buy) hanya pada saat Tunnel (EMA 18 dan EMA 28) mulai saling bersilangan (cross) atau benar2 sempit

Ambil Posisi Buy (Long)
Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari bawah ke atas. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari bawah ke atas berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Ambil Posisi Sell (Short)
Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari atas ke bawah. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari atas ke bawah berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Exit Signal (Keluar dari posisi BUY atau SELL)
Bila mengambil posisi BUY, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang turun dari atas ke bawah garis WMA 8 dan Keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 WMA 8 meyilang turun dari atas ke bawah garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Bila mengambil posisi SELL, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis WMA 8 dan keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 dan WMA 8 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Dan Selalu keluar dari posisi Anda bila Tunnel (celah EMA 18 dan EMA 28) benar2 menyempit dan bahkan bersilangan. Hal ini menunjukan terjadinya perubahan arah trend (trend reversal).

Bila Anda melihat perubahan pergerakan trend harga seperti saat tunnel (celah EMA) menyempit atau bersilangan, tutup posisi sebelumnya dan buka posisi baru sesuai arah trend. Contoh bila Sebelumya Anda mengambil Posisi BUY kemudian Anda melihat perubahan harga, Tutup posisi BUY lalu Buka posisi baru yaitu SELL.. Ingat Jadikan “Trend Sebagai Teman”

Direkomendasikan untuk metode ini gunakan stop loss 10-15 pips untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Beberapa Contoh Trading Sidus System



Saran : Tambah pengetahuan Anda dengan Teknikal Analisis serta Fundamental Analisis sehingga Anda bisa lebih memahami kerja system ini

Analisa Teknikal 1 ( Indikator Isakas Kuskus / Kuasa forex )

copy from: http://shinobyforex.blogspot.com

Indikator ini merupakan antara yang paling simple untuk digunakan.Kita hanya entry apabila jumpa ‘bb stop’ merah atau biru,kemudian setkan tp dan sl. Lihat pada gambarajah untuk mengetahui cara untuk menggunakan sistem ini.

isakas-kuskus-v2.gif

Cara entry :

BUY - BBands BLUE, ASHI BLUE dan STAR BLUE
SELL - BBands RED, ASHI RED dan STAR RED

Pair yang dicadangkan EU, GU , UCHF, UJPY , GJ
TimeFrame yang dicadangkan 30 M

Peraturan

Take profit / Exit Target

Standard

  1. Risiko Rendah - Set TP Min atau pun close manual bawah 10 pips…Max bawah 15 pips
  2. Risiko - contohnya : Price candlestick di atas pivot point…Katakan signal Buy untuk GU..Pertama sekali kita set kan TP kat R1 (Fibopivot) dan minimum SL kat S1 = (max at S2) .
  3. Entry kedua atau tunggu sehingga posisi tadi mendapat pips yang besar. - contohnya : Price candlestick di atas pivot point dan kita Buy EU..Kemudian anda dapat 10 pips atau lebih dalam tangan, price dah sampai R1 dan anda rasa price akan naik lagi….Perkara yang anda perlu lakukan ialah buka chart TF 1H..Jika dot pertama ( Bbands ) muncul bersama ‘confirmation’ ( ashi dan starlight ) di chart 1H, teruskan signal tersebut dan setkan tp kepada s2.Terpulang kepada anda sama ada ingin close position atau pun hold hingga hit tp di S2. Jika anda menggunakan Meta4, anda boleh gunakan ‘Trailing Stop’ untuk lock profit anda.

Contoh-contoh True Signal

EUR/USD

eu.gif eugif.gif

GBP/USD

gu.gif gu2.gif

USD/CHF

uchf.gif

USD/JPY

uj.gif

GBP/JPY

gj.gif gj2.gif

False signal

false.gif

Jika anda jumpa situasi seperti ini, close manual signal tersebut dan masuk signal yang baru tu..

Untuk mendapatkan indicator isakas kuskus v2 ini, boleh download di sini.

download.gif

Tentang Platform Streamster

copy from: http://shinobyforex.blogspot.com


Untuk memulai transaksi forex trading di Marketiva, Anda memerlukan software Streamster™ yang bisa Anda download secara gratis kemudian menginstallnya ke dalam komputer Anda, file yang didownload tidak besar, sehingga prosesnya sangat cepat dan gampang.




Cara Mendownload Program Streamster:
  • Silakan Download dengan cara menekan tombol "Get Streamster™ " di bagian kanan atas website Marketiva. Atau lewat link ini Download Streamster. Maka Akan muncul tampilan seperti ini

  • Klik link "Streamster™ Installation Package" maka akan muncul option seperti gbr di bawah klik "save to disk" dan klik "OK"


  • Simpan filenya ke hardisk komputer Anda. Sebagai contoh di sini program Streamster disimpan dalam Folder "Desktop" (Anda bisa menentukan sendiri dimana program ini akan disimpan). Klik tombol "Save" untuk menyimpan program


  • Karena Program Streamster memiliki size yang kecil biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendownloadnya umumnya hanya membutuhkan waktu dibawah 3 menit tergantung kecepatan akses internet Anda. Bila program Streamster sudah terdownload sempurna, Anda bisa melihat program itu di folder tempat Anda tadi menyimpannya dengan nama "setup-streamster".


Cara Menginstall Program Streamster:

Setelah mendownload program tadi, agar program tadi bisa dijalankan Anda perlu mengistallnya terlebih dahulu. Caranya gampang sekali
  • Klik 2 kali file "Setup Streamster" yang telah Anda download tadi. Maka akan muncul box option seperti gambar di bawah. Klik "Next"


  • Setelah itu akan muncul box "License Agreement", Anda boleh membaca dan boleh juga langsung menyetujui dengan mengklik kotak conteng "Yes, I accept the above agreement" lalu klik lagi tombol "Next" (lihat gambar dibawah)


  • Lalu akan muncul kotak konfirmasi untuk mengistall program, Anda tinggal klik tombol "Next"


  • Bila instalasi program berhasil akan muncul kotak ucapan terimakasih, selanjutnya Anda tinggal mengklik tombol "Finish" untuk menyelesaikan proses install ini.


Login dan Mengenal Program Streamster

Untuk menggunakan Software Streamster™, masuklah ke "Start" menu komputer Anda, klik "All Program" lalu cari program Marketiva, klik program Marketiva untuk menjalankannya. Login dengan username dan password yang baru saja Anda buat.



Maka akan muncul kotak Login seperti di bawah ini. Silahkan login dengan "username" dan "password" yang baru saja Anda buat.




Mengenal Tools Streamster Marketiva

Setelah Anda login maka akan muncul tampilan platform Marketiva seperti ini:

Terlihat ada empat jendela utama, berikut keterangan masing-masing jendela berdasarkan nomor yang saya cantumkan pada gambar:

1. Pada jendela pertama ini ada dua pilihan yaitu Forex Rates dan Lates News.
Jendela Forex Rates adalah untuk menampilkan nilai untuk masing-masing mata uang yang berlaku saat ini, disini kita bisa lihat keterangan pada kolom yang ada
  • Currency : menunjukkan pasangan mata uang yang bisa anda pilih
  • Last : menunjukkan posisi terakhir nilai dari pasangan mata uang tersebut
  • Bid : menunjukkan nilai harga jual yang akan masuk ke transaksi anda jika melakukan order sell
  • Offer : menunjukkan nilai harga beli yang akan masuk ke transaksi anda jika melakukan order buy
  • Change : menunjukkan perubahan poin yang terjadi saat ini, ditunjukkan dengan tanda panah naik atau turun
  • High : menunjukkan posisi nilai tertinggi yang pernah dicapai pada hari ini
  • Low : menunjukkan posisi nilai terendah yang pernah dicapai pada hari ini
  • Time : menunjukkan waktu pada saat terjadi perubahan nilai pada baris pasangan mata uang tersebut
Di sini kita bisa melihat perbedaan nilai pada kolom harga offer (beli) dan harga bid (jual). Perbedaan harga beli dan harga jual ini disebut juga dengan "spread".

Sedangkan jendela Lates News menampilkan berita-berita seputar ekonomi dan mata uang yang terjadi hari ini, bisa anda gunakan sebagai dasar prediksi anda

2. Pada jendela kedua ini ada dua pilihan yaitu Charting dan Discussions.
Jendela Charting menunjukkan grafik perubahan nilai sebuah pasangan mata uang, anda bisa merubah tampilan grafik ini dengan cara klik tombol kanan mouse anda pada gambar grafik, maka akan muncul pilihan berikut ini:

Formula Fast Stochastic Oscillator

copy from:http:http://forexways.wordpress.com/

Indikator Fast Stochastic,
dikembangkan oleh George C. Lane pada akhir tahun 50-an. Indikator ini membandingkan dua buah garis yang disebut garis %K dan garis %D untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya sebuah tren naik maupun tren turun. Pada grafik harga, garis %K biasanya muncul sebagai garis yang penuh sedangkan garis %K biasanya muncul sebagai garis yang bertitik-titik. Indikator Fast Stochastic dapat digunakan untuk periode harian, mingguan ataupun bulanan. Asumsi yang digunakan oleh George C. Lane adalah pada saat tren sedang naik, harga penutupan biasanya cenderung untuk naik. Namun pada saat tren naik tersebut mencapai puncaknya, harga cenderung ditutup mendekati harga dasar dari suatu barisan (range) harga pada suatu periode tertentu. Hal yang sebaliknya berlaku untuk tren yang sedang turun.

oscillator

Formula Fast Stochastic

  • %K = 100 [(C-L )/ (H-L)]
  • %D = moving average 3-periode dari %K

Keterangan:

  • C = harga penutupan
  • L = harga terendah pada suatu periode yang telah ditentukan
  • H = harga tertinggi pada suatu periode yang telah ditentukan

Penggunaaan Fast Stochastic

Ada beberapa macam penggunaan indikator Fast Stochastic, yaitu sebagai berikut:

  1. Titik ekstrim, Apabila garis %K mendekati 100% atau 0% maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan pergerakan harga yang cukup kuat. Beberapa analis teknikal percaya bahwa titik ekstrim ini sama dengan keadaan titik jenuh beli maupun titik jenuh jual. Namun demikian, Edwards dan Magee beranggapan bahwa hal ini tidak terjadi dalam segala situasi. Yang jelas, titik ekstrim tersebut merupakan tanda yang cukup kuat bahwa akan terjadi perubahan harga.
  2. Penyimpangan (divergences), Divergence terjadi apabila arah pergerakan harga dan arah pergerakan indikator Fast Stochastic berbeda. Apabila terdeteksi penyimpangan, maka perubahan harga diperkirakan akan segera terjadi.
  3. Pembelokan (highes), Lane menyatakan garis %K atau garis %D yang mendatar sebagai suatu pembelokan (hinge). Suatu hinge dapat menunjukkan bahwa tren naik maupun tren menurun yang sedang terjadi sudah kehabisan tenaga sehingga perubahan harga diperkirakan akan segera terjadi.
  4. Sinyal beli/ jual (crossovers), Sinyal jual muncul ketika suatu penyimpangan (divergence) terjadi dan harga telah mencapai nilai 80 atau lebih. Robert W. Colby menambahkan bahwa sinyal jual akan lebih dapat dipercaya apabila garis %D sudah bergerak turun ketika garis %K melewati di bawah garis %D. Sedangkan sinyal beli muncul ketika suatu penyimpangan (divergence) terjadi dan harga telah mencapai nilai 20 atau dibawahnya. Robert W. Colby menambahkan bahwa sinyal beli akan lebih dapat dipercaya apabila garis %D sudah bergerak naik ketika garis %K melewati di atas garis %D.

Original post by www.danareksa-research.com

Perhitungan Pivot Point

copy from:http:http://forexways.wordpress.com/

Pivot Poin adalah perhitungan aritmatika yang dipergunakan oleh trader untuk mengantisipasi pergerakan harga. Pivot Poin sering digunakan oleh FOREX Trader untuk menetukan level Support dan Resistance yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.

Sebagai alat Teknical Analysis, Pivot Poin lebih efektif di Currency trading dibanding dengan pasar equity. Hal ini dikarenakan oleh volume yang sangat besar dalam perdagangan yang mencapai TRILIUNAN dolar setiap hari sehingga tidak dapat dimanipulasi oleh suatu institusi atau aksi dari institusi investor.

Analisa Pivot Point

Trading forex dengan Pivot Poin didasarkan pada dua tendensi. Bila suatu hari harga dibuka diatas Pivot Point, maka ia akan selalu berada diatas poin tersebut (fulcrum) sampai ia menyentuh titik Resistance. Sebaliknya bila pada suatu hari harga dibuka di bawah Pivot Poin maka ia akan selalu berada di bawah poin tersebut sampai ia menyentuh titik Support. Ketika ia tidak mampu menembus R1 maka ia cenderung akan berbalik ke S1. Sebaliknya pula ketika ia tidak mampu menembus titik S1 maka ia cenderung akan berbalik ke R1

Resistance adalah titik diatas pivot dimana harga akan cenderung berbalik ketika menyentuh atau mendekati titik tersebut. Suport adalah titik dibawah pivot dimana harga akan cenderung berbalik ketika menyentuh atau mendekati titik tersebut.

Sederhananya, trading dengan Pivot Poin adalah berdasarkan dua tendensi tersebut dan biasa diistilahkan dengan “trading between the lines”. Formula populer dan sukses adalah trading berdasarkan revelsals. Ketika harga berada di atas Pivot dan trader menunggu ia mendekati titik resistance dan berbalik, maka dia mengambil posisi sell. Sebaliknya ketika harga berada dibawah Pivot, trader yang sabar akan menunggu harga mendekati support, saat berbalik ia akan ambil posisi buy.

Jika pasar dibuka pada titik ekstrim R2 atau S2, harga akan menunjukkan kecendrungan kembali ke pivot point. Karena itu, trader tidak akan Open Buy pada level R2 atau Open Sell pada level S2. The wisdom of this is even greater the further the price moves away from the day’s pivot point.

Kalkulasi Pivot Point

Sebenarnya banyak formula yang digunakan untuk menghitung pivot poin. Tetapi yang paling mudah adalah berdasarkan dengan harga. Pivot Trading dimulai dengan menghitung Pivot Poin yang diambil dari harga tertinggi rata-rata, terendah rata-rata dan harga penutupan pada sesi kemarin.

Pada pasar forex adalah 24 jam dan penutupan umumnya berdasarkan Eastern Time (EST) pada pukul 5 sore (24 wib), sama dengan penutupan New York Stock Exchange. Tapi ada juga yang menggunakan jam 12 siang EST sebagai referensi penghitungan pivot poin.

Pada rumus dibawah ini “H” adalah high, “L” adalah low, and “C” adalah closing price pada sesi kemarin.

Pivot Point = (H+L+C)/3

Resistance Level 1 = (2*PP)-L
Support Level 1 = (2*PP)-H

Resistance Level 2 = (PP-S1) + R1
Support Level 2 = PP – (R1 – S1)

Beberapa trader ada juga yang mau menghitung titik extrim (R3, S3) tetapi sedikit sekali.

Resistance Level 3 = (PP-S2)+R2
Support Level 3 = PP – (R2-S2)

———————
Midpoint Calculations

Beberapa perhitungan juga menghasilkan nilai midpoints – tingkat level trading yang terletak di Midpoint berada diantara r1 dan R2, S1 dan S2, r1 dan PP, dan akhirnya S1 dan PP.

Selama rentang pergerakan nilai harga perdagangan tidak terlalu sempit, referensi poin-poin ini relatif sama pentingnya sebagai pasangan level support dan resisten.

M1= (S2+S1)/2
M2= (S1+PP)/2
M3 = (R1+PP)/2
M4 = (R2+R1)/2

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Pivot_point