Showing posts with label Strategy. Show all posts
Showing posts with label Strategy. Show all posts

Monday, September 14, 2009

Wave Analysis 2

http://trend-traders.com

Pola volume ketika menembus support / resistance

Volume selain untuk mengidentifikasikan trend bisa digunakan untuk, mengidentifikasi apakah ketika harga mendekati support/resistance gerakan harganya akan berlanjut, berbalik arah atau justru akan sideways/flat

Contoh sebuah gerakan harga ketika mendekati support/resitance diikuti oleh increasing volume.

Harga Saham INDF sebelumnya sempat membuat extreme high di level 1950 (high 26 Juni 2009), titik tersebut kita anggap sebagai potential resistance.


Gambar 1

Pada gambar 2 terlihat harga kembali bergerak mendekati level 1950 dengan increasing volume. Kemungkinan titik ini dapat ditembus.

Gambar 2 menunjukkan bahwa harga mampu menembus potential resitance.



Gambar 2

Gambar 3 setelah harga mininggalkan resistance volume cenderung decline, maka terjadi koreksi terlebih dahulu sebelum harga melanjutkan kenaikan

Gambar 3

Gambar 3

Ketika harga bergerak mendekati support/resistance diikuti dengan volume yang meningkat (increase) maka hal tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan support/resistance tersebut akan dapat ditembus.

Jika seandainya ketika harga bergerak mendekati support/resistance justru volumenya menurun maka kemungkinan support/resistance tersebut akan gagal ditembus.

Contoh penembusan support/resistance dengan decline volume.

Gambar 4

Gambar 4

Pada harga saham BUMI sebelumnya sempat membuat high di level 2325 (titik ini kita anggap sebagai potential resitance) kemudian koreksi sebelumnya di level 2860 (titik ini kita jadikan potential support) .Pada kenaikan sesudahnya harga kembali mendekati titik 2325dengan decline volume, melihat hal ini kemungkinan harga akan gagal menembus titik 2325.

Selanjutnya harga gagal menembus potential resitance dan harga kembali mengalami koreksi ke area supportnya

Sebelum berlanjut perlu dismpaikan, apakah hal tersebut yang selalu terjadi?

Apa yang saya sampaikan diatas adalah teori logis yang terdapat di buku-buku, logikanya seperti ini, jika harga mendekati resistance diikuti dengan increasing volume maka hal tersebut menunjukkan kondisi ekses supply dan adanya peningkatan minat beli.Ada kalanya pada saat menembus resistance semua kondisi terpenuhi dengan sempurna, baik sebelum dan sesudahnya volome tetap increase, tapi baru naik beberapa persen saja tiba-tiba harga kembali turun dan menembus support sebelumnya.

Masih banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan terkait dengan penembusan support/resistance dengan atau tanpa volume tersebut.

Antara lain kondisi volume setelah harga menembus support/resistance tersebut, jika setelah menembus volume tetap increase maka kemungkinan trend harga masih akan tetap berlanjut.Jika dikaitkan dengan wave, kondisi ini merupakan ciri khas wave 3. Pada fase wave 5 harga setelah menembus peak wave 3 justru mengalami decline volume.

Contoh kasus diatas bisa ditemukan pada pola wave, elliot menyebutnya irregular correction.Setelah menembus support barulah harga bergerak naik dan membuat trend besar.

IR

IR

Jika pada wave 5 kita melihat harga tetap naik dan terjadi increasing volume maka,itu bukanlah wave 5 tapi extend wave 3.

Penggunaan volume analysis digabungkan dengan pembacaan wave Analysis akan menghasilkan hasil yang lebih optimal.

Hal ini berlaku juga ketika kita menganalisa harga menggunakan chart pattern, hendaknya ketika harga break dari patternnya diikuti dengan increasing volume, hal ini menunjukkan validitas dari pembentukan chart pattern tersebut. Pembentukan Chart pattern biasanya terjadi dengan volume yang decline

High volume:

High volume merupakan lonjakan volume yang sangat ekstrem, kondisi ini menunjukkan adanya pembelian dan penjualan secara besar-besaran.

Belum ada definisi pasti tentang bentuk High volume, beberapa definisi yang biasa dipakai antara lain:

1. Volume melonjak dua kali lipat dari volume sebelumnya atau

2. Volume melonjak dua kali lipat dari volume rata-rata 20 hari (bisa dilakukan dengan melakukan plotting Moving average pada volume).

Ada 2 jenis high volume

1.Blow off volume biasanya terjadi diujung trend dan mengisyaratkan terjadi reversal atau pembalikan trend.

2.Pada penembusan support/resistance biasanya juga terjadi lonjakan volume yang sangat tinggi, bentuknya dan ciri-cirinya mirip dengan blow off volume, hanya namanya yang berbeda, kondisi ini disebut breakout volume.

Breakout volume mengisyaratkan trend akan berlanjut (continuation).

Keduanya mirip tapi tak sama blow off volume untuk identifikasi reversal trend ,tapi breakout volume untuk continuation trend.

Kondisi yang paling umum terjadi dari high volume biasanya harga akan turun minimal 50% dari kondisi candle ketika terbentuk high volume. Perhatikan gambar dibawah setelah terjadi blow off volume kemudian harga membuat new high, lalu harga turun kembali sampai 50% dari candle dengan high volume baru kemudian naik lagi dan melanjutkan trendnya kembali.Jika pada waktu kenaikan kedua terjadi decline volume maka kemungkinan harga high sebelumnya akan gagal ditembus.(baca kembali tentang penembusan volume di support/resistance).

Wave Analysis (1)

http://trend-traders.com

Wave Analysis merupakan salah satu cabang yang ada dalam Teknikal analysis.. Pertama kali dipopulerkan oleh Ralp Nelson Elliot (1871-1948), sehingga teorinya sering disebut dengan Ellot Wave Theory. Menurut teori Elliot Wave harga bergerak karena adanya faktor psikologis dari pelku pasar, yang tertuang lebih lanjut dalam optimistis dan pesimistis. Lebih lanjut Elliot menemukan pola-pola dalam pergerakan harga. Teori Elliot Wave ini awalnya berangkat dari gerakan ombak di laut. Seorang penjaga pantai baru bisa tidur nyenyak setelah melewati 3 gelombang besar, karena setelah ada 3 gelombang besar biasanya air laut akan tenang, begitu pula diasumsikan dengan harga. Jika harga sudah bergerak dalam 3 gerakan besar maka selanjutnya harga akan bergerak sideways / flat.

Catatan sederhana tenttan Elliot Wave Theory ini bisa dibaca di

http://en.wikipedia.org/wiki/Elliott_wave_principle

Sebelum berlanjut lebih jauh lagi tentang Elliot Wave Theory ini, saya akan membicarakan dahulu tentang beberapa hal antara lain:

1. Technical Indicator

2. Volume

3. Chart Pattern

4. Fibonacci

1. Technical Indicator

Pada umumnya terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu:

a. Trend Following Indicator

Contohnya: Moving Average, Parabolic SAR, Bollinger Band, etc

Indicator dengan jenis ini efektif untuk menentukan apakah suatu trend masih dapat berlanjut atau tidak
—serta efektif digunakan ketika market sedang bergerak dalam trend yang kuat dan panjang
—Masalahnya utamanya

Kita tidak tahu kapan trend akan terjadi, berlanjut dengan sideways, atau justru terjadi reversal

2. Oscillator Indicator

Contohnya: Relative Strength Index, Stochastic Oscillator, W%R, etc

—Efektif digunakan ketika market sedang sideways. Karena digunakan untuk menentukan overbought dan oversold

Masalahnya

Kita Tidak tahu kapan market akan sideways

Hal lain tentang oscilltor adalah Divergence, divergence merupakan signal paling ampuh dari oscillator dibanding signal / metode entry signal pada oscillator

Teknik divergence bisa dibaca di :

http://www.babypips.com/school/divergence_trading.html

Masalahnya

Tidak ada price objective, tidak ada stop loss point pada penggunaan divergence ini.

Penemu RSI J. Welles Wilder pengatakan bahwa “it’s not working in all situation, but only working in certain condition”

Pertanyaan yang lebih lanjut adalah pada kondisi seperti apa kita bisa optimal dalam menggunakan divergence?

Pada Wave Analysis divergence yang valid adalah ketika harga berada pada fase wave 5, divergence yang terjadi antara peak wave 3 dan peak wave 5 akan valid sebagai reversal signal, divergence yang terjadi pada fase wave 3 akan menghasilkan false signal.

Masalah umum dari penggunaan indicator adalah, bahwa indicator akan bekerja secara optimal dikondisi market yang sesuai dengan fungsi indicator tersebut (timing dari penggunaan indicator)

Indicator tidak pernah bisa memberitahu kapan harga akan bergerak sideways atau trending

Pada masa sekarang seiring dengan perkembangan jaman sudah mulai dikembangakan banyak teknik dalam mengoptimalkan kinerja indicator-indicator tersebut:

- Optimization

- Walk Forward Optimization

- Neural Network & etc

Sembilan Langkah Trader Sukses

http://traderindonesia.com/

sukses1jpgUntuk semua angka, grafik dan rasio, perdagangan lebih ke arah seni daripada ilmu. Sebagai usaha dalam seni, ada bakat yang terlibat, namun bakat hanya akan membawa Anda sejauh ini. Trader yang terbaik mengasah kemampuan mereka melalui latihan dan disiplin. Mereka melakukan analisa sendiri untuk melihat apa tujuan perdagangan mereka dan mempelajari bagaimana untuk tetap takut dan tidak serakah. Pada artikel ini kita akan melihat sembilan langkah yang dapat digunakan untuk menyempurnakan keahlian, Anda mungkin hanya menemukan beberapa tips yang akan membantu Anda menjadi lebih pintar dan lebih untung.

Langkah 1. Menetapkan tujuan dan kemudian memilih gaya trading yang sesuai. Pastikan kepribadian Anda cocok untuk gaya trading yang Anda pilih.

Sebelum memulai perjalanan, sangat penting bahwa Anda memiliki beberapa ide untuk tujuan Anda dan bagaimana Anda akan sampai disana. Akibatnya, sangat penting untuk Anda memiliki tujuan yang jelas dan bagaimana cara mencapainya, Anda harus yakin bahwa metode trading tersebut mampu mencapai tujuan. Setiap jenis gaya trading memerlukan penyesuaian yang berbeda dan masing-masing gaya memiliki profil resiko yang berbeda untuk perdagangan yang berhasil. Misalnya, jika Anda tidak dapat tidur nyenyak dengan open posisi pada pasar maka Anda sebaiknya mempertimbangkan waktu perdagangan. Di sisi lain, jika Anda memiliki dana yang menurut Anda akan mendapat keuntungan dari pengetahuan perdagangan selama beberapa bulan, maka pertimbangkan posisi perdagangan yang Anda inginkan. Tidak peduli apa gaya trading yang Anda pilih, pastikan bahwa kepribadian Anda sesuai dengan gaya Anda melakukan perdagangan. Kepribadian yang tidak sesuai akan mengakibatkan stres dan kerugian.

Langkah 2. Memilih broker yang memiliki platform trading yang tepat untuk Anda.

Penting untuk memilih broker yang menawarkan platform trading yang memungkinkan Anda untuk melakukan analisa. Memilih reputasi broker adalah sesuatu hal yang terpenting dan membuang waktu untuk meneliti perbedaan diantara broker akan sangat membantu. Anda harus mengetahui kebijakan masing-masing broker dan bagaimana ia berjalan terhadap pasar. Misalnya, dalam perdagangan over the counter market atau spot market berbeda dengan perdagangan exchange. Dalam memilih broker, sangat penting untuk membaca dokumentasi broker. Ketahuilah kebijakan broker. Juga pastikan platform trading cocok sesuai untuk analisa yang ingin Anda lakukan. Misalnya, jika Anda ingin melakukan trading dari angka fibonacci, pastikan platform broker dapat menggambar garis fibonacci. Broker yang bagus dengan platform miskin atau platform yang bagus dengan broker miskin, bisa menjadi masalah. Pastikan Anda mendapatkan yang terbaik dari keduanya.

Langkah 3. Memilih metode dan konsisten pada penggunaannya.

Sebelum Anda memasuki pasar sebagai trader, Anda harus memiliki beberapa ide mengenai bagaimana Anda akan membuat keputusan untuk melaksanakan perdagangan. Anda harus mengetahui informasi apa yang akan Anda perlukan untuk membuat keputusan yang tepat ketika akan masuk atau keluar pasar. Sebagian orang memilih untuk melihat Fundamental perusahaan atau ekonomi, dan kemudian menggunakan grafik untuk menentukan waktu terbaik melakukan perdagangan. Cara lain adalah dengan menggunakan Teknik Analisis, mereka hanya akan menggunakan grafik untuk memasuki perdagangan. Perlu diingat bahwa Fundamental akan menunjukkan trend untuk jangka panjang, sedangkan acuan grafik lebih menawarkan kesempatan dalam jangka pendek. Metodologi manapun yang Anda pilih, harus ingat untuk konsisten. Dan pastikan metodologi Anda adaptif. Sistem Anda harus dapat bersaing dengan perubahan dinamika pasar.

Langkah 4. Memilih analisa jangka panjang dan waktu tercepat untuk keluar atau masuk posisi.

Banyak trader menjadi bingung karena konflik informasi ketika melihat grafik yang berbeda dalam waktu yang telah ditetapkan. Apa yang ditampilkan sebagai kesempatan beli pada grafik weekly, kenyataannya muncul sebagai sinyal jual pada grafik intraday. Karena itu, jika Anda mengambil arah perdagangan pada grafik weekly dan menggunakan grafik daily, jangan lupa untuk menyinkronkan keduanya. Dengan kata lain, jika grafik weekly memberikan sinyal beli, tunggu grafik daily juga memberikan konfirmasi sinyal beli.

Langkah 5. Menghitung Ekspektasi.

Ekspektasi adalah formula yang digunakan untuk menentukan seberapa handal sistem anda. Anda harus kembali mengukur semua perdagangan yang menang, versus semua perdagangan yang rugi. Kemudian tentukan berapa keuntungan dari perdagangan yang menang, versus berapa banyak kerugian pada perdagangan yang kalah.

Perhatikan 10 perdagangan terakhir. Jika Anda belum melakukan perdagangan yang sebenarnya, kembali pada grafik dimana sistem Anda akan mengindikasikan bahwa Anda harus masuk dan keluar pada perdagangan. Tentukan apakah Anda akan membuat keuntungan atau kerugian. Total semua perdagangan yang menang dibagi dengan jumlah perdagangan yang Anda buat.

E= [1+ (W/L)] x P – 1

W = Rata-rata keuntungan
L = Rata-rata kerugian
P = Persentase rasio keuntungan

Contoh:
Jika Anda melakukan 10 perdagangan, 6 perdagangan menang dan 4 perdagangan kalah, maka persentase rasio menjadi 6/10 atau 60%. Jika 6 perdagangan tersebut menghasilkan $2400, maka keuntungan rata-rata $2400/6 = $400. Jika kerugian $1200, maka kerugian rata-rata $1200/4 = $300. Terapkan hasil tersebut pada rumus, E = [1 + (400/300)] x 0.6 - 1 = 0,40 atau 40%. Ekspektasi positif 40% berarti bahwa sistem anda akan menghasilkan 40 sen per dolar.

Langkah 6. Fokus pada trading dan memilih kerugian kecil.

Setelah Anda mengisi dana pada account Anda, yang paling penting untuk diingat adalah bahwa uang Anda telah masuk ke dalam resiko. Oleh karena itu, uang Anda seharusnya tidak dibutuhkan untuk biaya hidup ataupun untuk membayar tagihan dll. Pertimbangkan bahwa uang dalam perdagangan Anda sebagai uang untuk liburan. Pada liburan yang dapat menghabiskan uang Anda, milikilah sikap yang sama terhadap perdagangan. Psikologis ini akan mempersiapkan Anda untuk menerima kerugian kecil, yang merupakan kunci untuk mengelola risiko Anda. Dengan berfokus pada perdagangan dan menerima kerugian kecil daripada terus menghitung ekuitas Anda, Anda akan berpeluang lebih sukses.

Kedua, naikkan margin Anda untuk resiko maksimum 2% dari total dana. Dengan kata lain, jika anda memiliki $10.000 dalam rekening perdagangan, jangan pernah membiarkan kerugian melebihi 2% dari nilai dana, atau $ 200. Jika sewaktu Anda berhenti telah melebihi 2% dari nilai dana, maka lakukan perdagangan untuk short term atau mengurangi level margin.

Langkah 7. Membangun feedback positif.

Positif feedback dibuat sebagai hasil yang baik untuk menjalankan perdagangan sesuai dengan rencana Anda. Bila Anda merencanakan perdagangan dan kemudian jalankan dengan baik, maka Anda telah membentuk sebuah pola feedback positif. Perkembangan dana yang sukses adalah perkembangan yang penuh keyakinan, terutama pada saat perdagangan mendapat profit. Meskipun Anda mengambil kerugian kecil tetapi melakukannya sesuai dengan perdagangan yang direncanakan, maka Anda akan membangun feedback positif.

Langkah 8. Melakukan analisa akhir minggu.

Ini adalah hal yang terbaik yang perlu dipersiapkan. Pada akhir minggu, ketika pasar ditutup, lakukan analisa pada grafik weekly untuk melihat pola atau berita yang dapat memberikan pengaruh pada perdagangan Anda. Barangkali pola yang terbentuk membuat pola double-top dan berita diperkirakan akan membuat pasar reversal. Ini adalah reflexivity dimana pola pergerakan memberikan signal, yang merupakan tindakan untuk membantu Anda merencanakan perdagangan minggu mendatang.

Belajarlah untuk bersabar jika pergerakan tidak mencapai poin yang diharapkan untuk masuk pasar. Anda mungkin harus menunggu kesempatan lebih lama untuk antisipasi. Jika Anda melewatkan suatu perdagangan, ingatlah bahwa akan selalu ada kesempatan yang lain. Jika Anda memiliki kesabaran dan disiplin, maka Anda bisa menjadi trader yang baik.

Langkah 9. Menyimpan catatan

Menyimpan catatan perdagangan adalah alat belajar terbaik yang dapat dilakukan seorang trader, termasuk grafik, alasan masuk perdagangan dan data fundamental yang memberikan keputusan. Tandai grafik ketika posisi masuk atau keluar pasar. Buat komentar apapun pada grafik. Jadikan data ini sebagai file sehingga dapat menjadi acuan sewaktu-waktu. Catatan ini akan membangun mental dan disiplin Anda untuk menjalankan perdagangan sesuai dengan system dan bukan kebiasaan.

Kesimpulan

Langkah-langkah di atas akan membawa Anda ke sebuah pendekatan struktur dan akan membantu Anda menjadi trader yang lebih baik. Perdagangan adalah seni dan satu-satunya cara untuk menjadi semakin ahli adalah dengan latihan disiplin dan konsisten. Ingat ungkapan: belajar keras akan mendapatkan keberuntungan.

Ben Bernanke : Penerus Pucuk Dunia (2)

http://forum.masterforex.org

Bernanke secara khusus tertarik pada bidang ekonomi dan politik sejak terjadinya depresi besar di AS. Pada peringatan ulang tahun Milton Friedman tanggal 8 November 2002, dia menulis “biar saya menutup pembicaraan saya tentang penyalahgunaan jabatan saya sebagai perwakilan pemerintah di FED. Saya katakan kepada Milton dan Anna : Ingat pada Depresi Besar yang lalu. Anda benar, kita sudah pernah mengingatnya. Kami semua minta maaf. Terima kasih buat anda semua, kami tidak ingin hal itu terjadi kembali.”



Pada tahun 2002 ketika kata :deflasi” mulai dikenal dalam dunia bisnis, Bernanke memberikan pidatonya tentang deflasi. Didalam pidatonya dia menyebutkan bahwa pemerintah harus menciptakan sebuah sistem moneter yang kuat. Kontrol terhadap mata uang lokal akan menghindarkan suatu negara ke jurang deflasi. Sebenarnya teori tersebut diambil dari teori Milton Friedman yang memakai ilustrasi “pemberhentian helikopter” untuk memerangi deflasi. Dari ilustrasi tersebut dia membuat teori baru bernama “Helicopter Ben”. Dalam catatan kaki pidatonya, dia menulis “orang mengetahui bahwa inflasi akan menambah beban hutang pemerintah dan juga suku bunga yang ditetapkan akan menimbulkan inflasi berikutnya.

Ia juga percaya bahwa kurangnya pemahaman terhadap ideologi kaku greenspan akan menyebabkan isu politik menjadi semakin banyak. Sebagai contoh, saat greenspan mempublikasikan “pemotongan Pajak bush”, ketika pulik bertanya tentang kebijakan moneter, dia menjawad bahwa hal tersebut bukanlah urusannya. Tentu saja buku ekonomi karangannya sedikit banyak berbicara tentang libertarianism dari greenspan dan titik berat dari teori Adam Smith.

Dalam bulan-bulan pertama dalam menjabat ketua FED, Ben sepertinya masih sulit dalam menghadapi pers yang bertanya tentang kejatuhan harga saham Amerika secara drastis. Namun seiring berjalannya waktu nampaknya Bernanke mulai menunjukkan kecakapannya mengatasi berbagai situasi krisis yang terjadi selama masa jabatannya. Keputusannya memotong suku bunga diskonto Amerika sebesar 50 bps menuai banyak pujian karena berhasil menyelamatkan pasar saham Amerika dari krisis akibat efek Subprime mortgage. Kita lihat saja bagaimana aksi ben berikutnya.

Ben Bernanke : Penerus Pucuk Dunia 1

http://forum.masterforex.org



Ben bernanke. Tdak ada seorangpun yang mengenalnya ketika Allan Greenspan berlangsung. Namanya baru mencuat ketika masa jabatan Greenspan hampir berakhir. Tiba-tiba saja dia dikenal publik sebagai suksesor seorang legenda The Fed yang telah satu dekade memegang tampuk institusu keuangan milik pemerintah yang paling krusial diseluruh dunia. Kini dia menjabat sebagai Gubernur bank Sentral Amerika alias The Fed. Siapakah ben bernanke itu?
Masa Kecil

Bernanke dilahirkan di Augusta, georgia pada taanggal 13 Desember 1953 dan dibesarkan di Dillon, South Carolina sebagai anak tertua dari tiga bersaudara yaitu saudara laki-laki dan perempuan. Phillip, ayah ben adalah seorang ahli obat dan juga bekerja sambilan sebagai manajer teater, sedangkan Edna, ibunya adalah seorang guru sekolah. Keluargaben kecil tinggal di daerah Yahudi, dengan nama lokal sinagognya bernama Ohav Shalom; sebagai anak, Bernanke juga mempelajari bahasa Ibrani dari kakeknya, jonas, seorang pembaca Kitab taurat dan guru bahasa Ibrani Profesional. Ayah dan paman Ben adalah eks-pemilik sekaligus manager toko obat yang mereka beli dari kakek ben, Jonas yang berimigrasi dari Austria ke AS setelah Perang Dunia I dan akhirnya menetap ke Dillon dari New York pada tahun 1940.



Masa Sekolah

Ben masuk ke East Elementary (sekolah dasar), J.V. Martin Junior High (SMP), dan Dillon High School (SMA). Di Dillon High School dia menjadi seorang murid yang berprestasi. Dia mengambil bidang ilmu kalkulus, menjadi editor koran sekolah, mendapatkan nilai tertinggi dikelasnya dan juga mendapat score tertinggi dalam ujian SAT pada tahun yang sama yaitu 1590 dari skala 1600. Ben juga dikenal sebagai pemain Saxophone dan bergabung dalam tim marching band di sekolahnya.


Karir

Setelah lulus SMA pada tahun 1970, Ben diterima di Universitas Harvard, tempat dimana dia mendapatkan nilai cum laude (IPK tertinggi) dengan gelar BA Ekonomi pada tahun 1975. Setelah itu dia melanjutkan pendidikannya di Massachusetts Institute of Technology dan mendpaatkan gelar PhD bidang ekonomi tahun 1979. Setelahitu dia melanjutkan lagi pendidikan ke Stanford Graduate School of Business dari tahun 1979-1985, lalu menjadi profesor tamu di new York university dan menjabat sebagai profesor of Pronceton pada jurusan Ekonomi. Dia menjadi profesor di universitas tersebut dari tahun 1996 hingga bulan September 202, ketika dia mulai mempertimbangkan untuk menjadi pelayan masyarakat. Dia mengaukan pengunduran diri di masa jabatannya pada tanggal 1 Juli 2005. Sepanjang karirnya, Ben juga sempat mengajar kuliah di London School of Economics untuk bidang ilmu & kebijakan moneter. Dia juga menulis tiga buah buku teks tentang Makroekonomi dan ebuah buku tentang Mikroekonomi. Setelah itu Ben juga menjabat sebagai direktur dari Program Ekonomi Moneter dari National Bureau of Economic Research dan editor pada majalah American Economis Review.

Alan Greenspan : Punggawa the Fed

http://forum.masterforex.org



Selama memegang tampuk kepemimpinan the Fed yang adalah badan keuangan paling krusial di dunia, Alan Greenspan menunjukkan kepiawaiannya dalam mengawal negara adidaya ini sejak masa perang dingin pada pemerintahan Ronald Reagen tahun 1987, runtuhnya Uni Soviet pada dekade 1990an, krisis moneter Asia pada tahun 1998, hingga serangan pada WTC yang mengubah paradigma Amerika dalam berbagai dimensi kenegaraan. Rasa-rasanya tidak ada yang tidak pernah dialami oleh ekonom kelas dunia ini.

Alan greenspan dilahirkan pada tanggal 6 maret 1926, merupakan seorang ahli ekonomi Amerika dan juga pernah menjabat sebagai Gubernur Federal Reserve AS dari tahun 1987-2006. Setelah masa kerjanya usai di FED, dia menerima pekerjaan sebagai Bendahara Negara Inggris.

Pertama kali dia diangkat menjajdi Gubernur Fed oleh eks Presiden Ronald Reagan pada bulan Agustus 1987, dan selama kurang lebih lima tahun masa jabatannya diperpanjang kesuksesan selalu membayangi masa suksesnya hingga tanggal 31 Januari 2006 saat dia digantikan oleh Ben Bernanke. Greenspan dipuji banyak orang karena keberhasilannya menangani peristiwa Black Monday yang ditandai dengan hancurnya (penurunan)harga saham dalam waktu singkat saat masa-masa tugasnya menjabat sebagai gubernur FED, yang kala itu juga booming internet “dot-com” dimulai.

Dari tahun 2001 hingga saat pengunduran dirinya, dia meluncurkan kritik terhadap pernyataan tradisional FED tentang kebijakan moneter, dan juga Presiden George W. Bush tentang meledaknya permintaan akan perumahan (properti) di AS. Meskipun demikian, Greenspan menganggap bahwa kebijakan ekonomi domestik dari otoritas tertinggi Amerika dan berbagai kebijakan yang dibuatnya akan terus berlanjut hingga dikemudian hari.



Masa-masa Awal

Greenspan dilahirkan dari keluarga yahudi di daerah Washington Heights di kota New York. Dia sempat mempelajari klarinet dari Juilliard dari tahun 1943-1944 dan dia juga dikenal sebagai pemain saxophone yang handal. Dia kuliah di New York university (NYU), dan menerima gelas B.S. in Economics (summa cum laude) pada tahun 1948, dan gelar MA dibidang Ekonomi pada tahun 1950. Untuk mendalami kembali ilmu ekonominya. Beberapa tahun berikutnya, New York University (NYU) hendak menganugerahinya gelar Ph.D di bidang ekonomi, tapi dia malah menolaknya. Pada tanggal 14 Desember 2005 dia mendapat gelar Doctor of Commercial Science dari NYU, gelar keempatnya dari universitas tersebut.



Memasuki tahun 1950, dia bertemu dengan novelis dan ahli filsafat Ayn Rand. Dia juga membuat tulisan dalam membentuk Newsletter dan essay dalam bukunya “Capitalism”. Pada tahun 1997, Greenspan menikah dengan seorang jurnalis NBC, Andrea Mitchell. Pada tahun 1948-1953, Greenspan bekerja sebagai analis ekonomi pada Conference Board, sebuah usaha bisnis dan industri di New york City. Dari tahun 1955-1987, Greenspan menjabat sebagai Ketua dan Presiden dari Townsend-Greenspan & Co., Inc, sebuah perusahaan konsultan ekonomi dalam bentuk firma didirikannya di New York City. Dri tahun 1974-1977 jabatannya dialihkan menjadi Chairman of the Council of Economics Advisers di bawah masa pemerintahan Gerald Ford. Pada musim panas 1968, Greenspan setuju untuk bekerja pada Richard Nixon sebagai koordinator kebijakan domestik dalam masa kampanye calon Presiden. Selain itu, Greenspan juga bekerja sebagai Direktur perusahaan Greenspan aggreed to serve Richard Nixon as his coordinator on domestic policy in the nomination campaign. [5] Greenspan also has served as a corporate director for Aluminium Company of America (Alcoa); Automatic Data Processing, Inc.; Capital Cities/ABC, Inc.; General Foods, Inc; J.P. Morgan & Co., Inc.; Morgan Guaranty Trust Company of New York; Mobil Corporation; dan The Pittston Company.



Greenspan dan pemahaman hidupnya

Mulanya, Greenspan merupakan penganut paham keynesian secara logika dan praktek, tetapi kemudian berubah menjadi teori Rand. Selama tahun 1950-1960an, Greenspan merupakan penganut dan penganjur paham/filosofi Rand, menulis artikel tentang objektivitas versi laporan berkala (newsletter) dan juga memberikan kontribusi terbitnya beberapa essay untuk buku Capitalism karangn Rand pada tahun 1966. Salah satu judulnya bab dalam buku tersebut adalah Unknown Ideal yang terdapat penjelasan tentang Standar Emas. Selama tahun 1950, Greenspan merupakan salah satu dari member siklus Ayn Rand, yaitu Ayn Rand Collective, yang juga penulis dan pembaca dari Atlas Shrugged. Meski begitu, Greenspan tetap melanjutkan sebagai pengajur dari paham kapitalis laissez-faire, yang didalamnya terdapat teori standar emas yang memberikan kejutan besar bagi FED tentang sistem keuangan dan inflasi tertutup (endogen). Dia juga pernah mengkritik Jarry Binswanger, yang percaya bahwa bekerja pada FED adalah sebuah kebodohan dan setuju pada prinsip perdagangan bebas.

Ayn Rand datang pada saat Greenspan mengucapkan sumpah untuk menjabat sebagai ketua Council of Economis Advisers pada tahun 1974. Greenspan juga menghadiri pemakaman Rand pada tahun 1982.



Ketua FED

Pad atanggal 2 Juni 1987, Presiden reagan, mengangkat Dr. Greenspan sebagai Gubernur dewan FED menggantikan Paul volcker, dan senat kemudian meresmikannya pada tanggal 11 Agustus 1987. Setelah pengangkatan dirinya, nilai obligasi merosot tajam selama 1 hari dalam 5 tahun terakhir. Hanya 2 bulan setelah bertemu Black Monday, nilai saham kembali hancur. Pernyataan darinya yang keluar adalah FED siap memberikan solusi yang tepat untuk mnyediakan berbagai kemudahan yang efektif untuk mengontrol kerugian akibat penurunan harga saham seara global di AS. Banyak orang kala itu berpendapat bahwa arti pernyataan Greenspan saat itu adalah nilai Dollar akan turun. Ada berbagai komentar yang muncul dari beberapa pakar, contohnya pada tanggal 5 Desember 1996 yaitu “Sebuah pernyataan tidak logis yang sangat dibesar-besarkan dan bermaksud untuk manikkan kembali harga saham”. Saat itu harga saham jepang juga anjlog 3,2%.

Greenspan adalah seorang pembicara yang terkenal di masanya. Reporter U.S. News $ World berkata “ Beberapa kejadian bisa membuat Wall Street bingung seperti apa yang sudah dilakukan Greenspan terkadang, Greenspan sulit untuk mengerti tentang sebuah acara siaran radio Motley Fool yang berjudul “Apa ya ng dikatakan oleh Ketua FED ?”, dimana para pendengarnya mencoba untuk meniru cara dirinya berbicara. Greenspan sangat dipermalukan publik karena perkataan pada tahun 1988 ketika berkata : “Saya peringatkan Anda, jika saya telah selesai berbicara sebaiknya anda mengerti apa yang saya bicarakan”. Di Bank Sentral sendiri situasi menjadi tidak jelas saat suku bungan dibuat menjadi stabil. Jika Bank Sentral terlalu banyak membuat asumsi, pasar akan mencoba untuk meraih keuntungan karena situasi ini, dan berpotensi menyebabkan perubahan nilai secara signifikan terhadap mata uang USD.
Selama menjabat menjadi ketua FED, Alan Greenspan tidak pernah berkomentar bahwa inflasi dan target pengangguran sangat mempengaruhi tingkat suku bunga. Setidaknya, Greenspan telah berhasil membuat kepercaaan pasar terhadap mata uang US$ sebagai senjata untuk memerangi inflasi. Salah satu kebjakan yang telah ia buat adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga untuk mengatasi resesi ekonomi yang tidak membuat panik pasar obligasi.
Pada tanggal 18 Mei 2004, greenspan menerima penghargaan dari Presiden George W. Bish sebagai Ketua FED terbaik (untuk yang kelima kalinya). Sebelumnya dia juga pernah mendapat penghargaan serupa dari presiden Ronald Reagan, George H. W. Bush dan Bill Clinton. Greenspan juga pernah mendapatkan penghargaan berupa Medali Kepresidenan “Presidential Medal Of Freedom”, sebuah penghargaan tertinggi bagi warga sipil di Amerika Serikat, yang diberikan langsung oleh George W. Bush pada bulan November 2005. Dari inggris dia juga pernah mendapatkan penghargaan Knight Commander dan Commander of Legion d’honneur (Legion of Honor) pada tahun 2002.



Greenspan mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 31 Januari 2006 dan Ben Bernanke melanjutkan kesuksesannya. Bernanke merupakan seorang pioner dan Ketua dan Ketua dari U.S. President’s Council of Economic Advisers, salah satu bagian internal perusahaan Amerika, dan Bernanke tidak sebaik Greenspan dalam mengatasi persoalan perekonomian di AS. Dia tidak setuju terhadap pernyataan Greenspan tentang “target inflasi” sebuah praktek FED dalam mengatasi inflasi, seperti menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga AS. Ketika memangku jabatan ketua FED, Bernanke menargetkan minimal inflasi bagi AS.
Reply With Quote

Larry Williams : Si Tangan Midas

http://forum.masterforex.org

Seorang lulusan jurnalistik University of Oregon ini pernah mengubah sebuah account realnya dari sebesar hanya $10.000 menjadi $1.147.000 dalam waktu hanya 12 bulan pada sebuah perlombaan trading yang diselenggarakan oleh Robbins Trading Company. Belum pernah ada yang menyamainya ketika rekor profit ini dibuat oleh Williams. Bila anda pernah mendengar indikator bernama Williams %R, Anda sedang menatap foto penemunya saat ini dilayar komputer Anda.
Larry R. Williams dikenal sebagai seorang analis trader komoditi dan saham. Larry R. Williams adalah lulusan dari University of Oregon, dengan gelar BS pada jurusan Jurnalistik.



Pada tahun 1982 bukunya yang berjudul “How to Prosper in the Coming Good Years” diterbitkan. Prediksi yang terdapat dalam bukunya mengatakan bahwa gelombang kenaikan harga saham akan menjadi kenyataan. Buku itu ditulis ketika banyak orang terkemuka kala itu pesimis bahwa pertumbuhan dan nilai saham akan terus berjalan melambat akhirnya membenarkan prediksi William.
Pada tahun 1987, Williams memenangkan perlombaan World Cup Championship of Futures Trading, yang disponsori oleh perusahaan Robbins Trading Company dengan cara bertrading dengan modal awal $10.000 dengan uang nyata menjadi $1.147.000 dalam 12 bulan yang merupakan rekor dimana tak seorangpun yang menyamainya saat itu. Sebuah momen yang tak terlupakan dimana Williams memenangkan uang lebih dari $2.000.000 pada akhir September, merugi $750.000 pada bulan Oktober 1987, dan akhirnya mendapatkan $1.147.000 pada akhir tahun.

Ketika ada komentar miring yang mengatakan bahwa Williams memegang dua akun selama kompetisi-satu menag dan satu kalah-pihak CTFC dan NFA membuktikan bahwa hal itu adalah sebuah pernyataan yang tidak benar. Kompetisi yang sama dan mendapatkan keuntungan 1000% pada modal awal sebesar US$ 10.000.
Pada tahun 1998, ia menerima gelar sebagai First Doctor of Futures Award dan juga Omega Research’s Lifetime Achievement Award pada tahun berikutnya. Secara khusus dia juga membuat dua buah indikator teknikal yaitu William %R $ Ultimate Oscillator. Williams juga dikenal sebagai pengarang buku komoditi yang berjudul Commitment of Trader Reports yang merupakan karya teranyarnya.
Williams sempat ditahan di Australia karena diduga melarikan diri dari membayar pajak di Amerika. Pada bulan Maret 2007 dia memenangkan perkara tersebut dan pada tanggal 2 Agustus 2007 pemerintah Federal setempat membebaskannya tetapi dengan uang jaminan SAUD 1.000.000

Bagi Anda yang sedang mengalami masa pesimis mengenai sulitnya memprediksi pergerakan pasar, apa yang dialami Larry Williams dapat memberikan motivasi bagi anda bahwa adalah mungkin memperoleh keuntungan secara konsisten dari market yang bergerak seolah-olah acak. Larry bukan satu-satunya yang memperoleh profit secara konsisten dengan metode yang ditemukannya sendiri. Ada banya trader yang mampu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya.
Hanya saja harus diakua, Larry Williams adalah salah satu dari sedikit trader yang bersedia dikenal masyarakat berkaitan dengan profil investasinya. Kebanyakan trader berprestasi lebih memilih diam dan terus bertrading serta menumpuk profit mereka tanpa perlu memberitahu dunia mengenai kemampuan mereka. Sebuah pilihan yang sebenarnya masuk akal bagi mereka yang tidak mau direpotkan dengan banyaknya pertanyaan dari para pemula karena toh mereka pun mendapatkan kemampuan mereka dalam bertrading melalui cara mereka sendiri.

25 Orang Top yang sangat berpengaruh terhadap Forex

http://forum.masterforex.org

Orang-orang ini kalau lagi berbicara maka semua orang diam dan mendengarkan, siapakah dia?. Apakah Donald Trump pemilik Paris Hilton? Bukan! – Orang-orang ini betul-betul mempunyai “POWER” yang mampu membuat HARGA BERGERAK SECARA SIGNIFIKAN. Kalau diforex bisa membuat broker2 menjadi ciut nyalinya sehingga melebarkan spreadnya beberapa saat, atau membuat SPIKE Platformnya beberapa saat . Nah semoga daftar Top 25 orang ini bisa membantu anda dalam memilih chanel TV atau artikel-artikel terkait di internet.
Institusi yang sangat berpengaruh dimana didalamnya ada orang-orangn seperti Gubernur dan Dewan Gubernur Bank Sentral. Orang-orang ini dipilih oleh pemerintahannya untuk mengendalikan kebijaksanaan moneter dinegaranya masing-masing. Tugas utamanya adalah menentukan tingkat bunga. Apakah akan dinaikkan atau diturunkan. Dengan kebijaksanaan moneter ini akan sangat berpengaruh terhadap currency dinegaranya, Tentu saja yang dominan tidak hanya orang-orang dibelakang bank central tersebut, ada juga dari kalangan Pejabat Negara setingkat menteri, termasuk investor terkenal, CEO dan Forex Analis. . Siapakah dia? Nah dibawah ini adalah daftar nama-nama orang VVIP tersebut.

1. Ben Bernanke, Boss Federal Reserve Bank
Mbah Ben Bernake , setiap ucapannya, warna baju yang dipakai, wajahnya lagi cerah atau tidak, pokoknya semua yang melekat darinya jadi perhatian publik. Setiap kalimat yang dicupakan dianalisa secara mendalam.

2. Jean-Claude Trichet, Presiden European Central Bank (ECB)
Orang kedua adalah Jean-Claude Trichet yang menjadi President of the European Central Bank. Sebelumnya Pak Trichet ini adalah Presiden Bank of France sebelum dipilih menjadi bos ECB. Konon orangnya agak lelet dalam mengantisipasi kondisi perkeonomian di Eropa. Bagaimanapun bukanlah hal yang mudah mengendalikan ekonomi UNI EROPA yang sangat luas tersebut.

3. Toshihiko Fukui, Gubernur Bank of Japan
Tindak-tanduk dan kebijaksaan Toshihiko Fukui juga perlu diperhitungkan.
4. Mervyn King, Gubernur Bank of England
Mervyn King adalah Gubernur Bank of England dan Chairman dari Monetary Policy Committee. Dia sudah berkecimpung di Bank of England lebih dari 15 tahun.
5. Jean-Pierre Roth, Boss Swiss National Bank (SNB)
6. David Dodge, Gubernur Bank of Canada
7. Glenn Stevens, Gubernur Reserve Bank of Australia
8. Allan Bollard, Gubernur Reserve Bank of New Zealand
9. Philipp Hildebrand, Vice-Chairman Swiss National Bank
10. Alan Greenspan
Walaupun siembah satu ini sudah tidak menjabat sebagai Bos FED, omongannya tetap ampuh dan membuat harga goyang pinggul naik turun.
11. Ottmar Issing, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Economist of the European Central Bank (ECB)
Seperti Greenspan, walaupun sudah tidak menjabat, omongannya juga membuat harga terkaget-kaget.
12. Condoleezza Rice, Sekretaris US State
Ibu satu ini termasuk wanita luar biasa. Omongannya bisa menciptakan dunia politik dan forex goyang pinggul juga.
13. Rodrigo Rato, Managing Director International Monetary Fund (IMF)
14. Peer Steinbruck, Menteri Keuangan Jerman
15. Henry Paulson, US Secretary of Treasury
16. Gordon Brown, Chancellor of Exchequer UK
17. Christine Lagarde, Menteri Keuangan Perancis
18. Sadakazu Tanigaki, Menteri Keuangan Jepang
19. Hiroshi Watanabe, Wakil Menteri Keuangan untuk Urursan International
Menteri satu ini sangat perhatian pada mata uang Yen, terutama ketika Yen overvalued terhadap dollar.
20. George Soros, Boss Quantum Fund
Siapa tak kenal George Soros jangan jadi Trader, pemilik Quantum hedge fund dan sering trading besar2an terhadap suatu mata uang tertentu. Salah satu reputasinya yang dinamakan “Black Wednesday dimana konon dia yang menghancurkan dan membuat bangkrut Bank of England” . Wow keren, kapan saya bisa seperti itu ya.
21. Warren Buffet, Boss atau CEO Berkshire Hathaway
Hampir samalah dengan Soros.
22. Joseph C. Lewis, Investor Utama pada Tavistock Group
Joseph C. Lewis adalah salah satu powerful Forex traders. Joseph Lewis dengan s Tavistock Group membuat broker forex yang dinamakan Hotspot FX, Inc., dimana trader seperti kita juga bisa membuka account disitu.
23. Charles Prince, CEO Citigroup
24. Tom Lasorda, CEO Chrysler Group
25. John Hardy, Analis dari Saxo Bank

THEO FRANCISCO TOEMION: PROFESI IDAMAN KARENA KEASYIKAN MAIN UANG (3)

http://forum.masterforex.org

Main uang karena ingin menikmati hidup

Terjunnya Theo di kancah pasar uang agaknya tak terduga sebelumnya. Pria kelahiran Manado, 21 September 1956, ini semula berangan-angan jadi pastor, tapi dikeluarkan saat naik ke kelas 3 Seminari Menengah Tomohon tahun 1974. Anak ke-4 dari 7 bersaudara ini sama saja dengan ayah, paman, para sepupu, dan saudaranya, yang pernah masuk ke seminari namun gagal jadi pastor. "Saya menanggung harapan besar. Nilai dan aktivitas sekolah bagus. Maka ibu terguncang dan jatuh sakit ketika saya keluar," kenangnya.

Pastor pembimbing waktu itu mengatakan, ia akan lebih sukses hidup di luar biara. Kendati sedikit menyesalkan keputusan itu, ia berbalik haluan. Ia melamar ke Bank Indonesia dan diterima di BI cabang Surabaya. Setelah 2 tahun bekerja, timbul keresahan di antara teman-temannya yang cuma berijazah SMA. Sebab dengan begitu, mereka tak mungkin bisa masuk jajaran staf. "Nggak bakal pakai dasi dong seumur-umur," papar Theo mengenang.

Nampaknya BI tanggap pada kegalauan itu dan mengadakan seleksi untuk promosi. Yang lolos akan disekolahkan sejajar dengan universitas. Dari BI Surabaya lulus 4 orang, salah satunya Theo. Sementara dari seluruh Indonesia terjaring 60 orang. Mereka dimasukkan ke Pendidikan Ahli Administrasi dan Keuangan Bank di Jakarta, menjalani pendidikan maraton dari pukul 08.00 - 17.00 setiap hari dengan fasilitas penuh, selama 3 tahun. "Gelarnya sejajar akuntan, tapi BI nggak kasih gelar, takut kami keluar."

Sempat bekerja di bagian pengawasan BI selama setahun, ia kembali mengikuti seleksi intern guna ditempatkan di London. Dari 40 peserta hanya Theo yang lulus. Di London ia langsung jadi staf termuda pada umur 23 tahun. Kesempatan di sana ia gunakan untuk mengikuti serangkaian pelatihan dan praktek. Belajar valas di Paris, London, Amsterdam, dan Kopenhagen. Mempelajari bank sentral di Denmark dan Belanda, menggeluti cadangan emas di Swis, juga duduk dan bermain di banyak ruang transaksi valas. "Waktu itu kepala dealing room Jakarta pindah, jadi saya disiapkan untuk menggantikannya. Saya sadar, untuk jadi dealer harus punya pengalaman dan cakrawala dengan duduk di pusat keuangan dunia."

Penempatan dealer di BI sebenarnya bertujuan untuk mengelola cadangan devisa sejumlah AS $ 6 miliar dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Bukan untuk memperdagangkannya. "Maka di luar jam kerja, saya main margin trading atas nama pribadi, bukan BI."

Setelah 5 tahun bermukim di Inggris, Theo sebenarnya ingin pulang ke tanah air, tetapi pemerintah Inggris mengetahui reputasinya dan memberi izin tinggal tetap. Ia bisa bekerja apa saja. "Wah, percaya dirilah saya. Pekerjaan BI yang diidamkan banyak orang nggak terlalu menggiurkan lagi," kata Theo.

Maka, ketika benar-benar pulang ke Indonesia ia sekaligus minta izin keluar dari BI untuk masuk ke London School of Economics (LSE). Maksudnya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Bank Dunia atau IMF. Tapi keasyikan bermain valas membuatnya malas bersekolah. "Jiwa saya player, jadi saya tak jadi masuk LSE meskipun sudah diterima. Saya main valas terus, dan ingin menikmati hasilnya. Saya ingin menikmati hidup bukan sebagai pegawai BI yang bertahun-tahun cuma bisa naik mobil sederhana."

Saat main margin trading, pertengahan 1980-an, modal dengkul masih berlaku. Modalnya dipinjami, tapi kalau untung masuk kantung sendiri. Pokoknya main untuk meramaikan. Masa itu tak sulit mereguk untung lantaran pasar gampang diterka. Dolar turun searah. Tapi sejak 1987, peluang meraup keuntungan makin sulit. Selain pemain makin banyak, modal pun mulai diatur. Saat itulah Bank Duta terpuruk karena permainan valas.

Soal kesempatan meraup untung memang tak ada yang lebih cepat daripada main valas. "Saya masih ingat, hanya dengan mengangkat telepon dari vila di Puncak sambil main gaple dan makan pisang goreng, bisa dapat AS $ 60.000 semalam."

Telepon memang diibaratkan cangkulnya buat cari makan. Juga berbagai perangkat komunikasi. Baik untuk bertransaksi ke seluruh dunia, memantau pasar yang berjalan 24 jam sehari, juga melihat kerugian dan keuntungan uangnya. "Tapi hidup saya tak habis di sana. Apa lagi saya harus membagi pengetahuan kepada banyak orang. Kalau menulis dan bikin analisis, saya tak main. Saya meramal dan menghitung, biar orang lain yang dapat keuntungan."

"Cita-cita saya membuat Speed Currency seperti Bloomberg. Ia besar dan disegani, meski awalnya juga dirintis di garasi," ia menunjuk garasi di rumahnya yang berhalaman luas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia mempekerjakan 4 orang yang, selain mengolah analisis, juga bertindak sebagai fund manager. "Mereka jago-jago yang tak bisa dianggap remeh, karena lewat tangannya sering terjadi transaksi miliaran dolar," kata Theo bangga.

Karena bekerja di rumah, Theo tak terikat pada aturan dan jadwal kerja yang pasti. Ia adalah pegawai bagi dirinya sendiri. Juga pegawai yang mengantar anak-anak ke sekolah, menemani mereka bepergian, bahkan mendampingi saat mereka mau tidur.

Theo menganggap, anak-anak lebih memerlukan kebersamaan ketimbang uang. Tak soal ia telah punya vila di Puncak, Jawa Barat, dan hotel di atas tanah 10 ha di Manado. Anak-anak pula yang menghadirkan cerita unik bagi perjalanan hidup Theo. Saat masih di dalam kandungan, kecuali si bungsu Daniel (hampir 2 bulan), mereka berada di tempat yang jauh dari rumah. Dari yang sulung tempatnya paling jauh, sampai si bungsu yang paling dekat. Namun akhirnya semua lahir di Jakarta.

Menurut istrinya, Sandra Pingkan Adriana Lolong ( 38 ), si sulung Monika (12) berada di dalam kandungan saat mereka di New York. "Barulah 2 bulan menjelang melahirkan, saya kembali ke Jakarta," kata Sandra. Begitu pula Abi (9) yang dikandung saat mereka tinggal di London. Keisha (7) anak ketiga, dikandung di Singapura. Sedangkan Dorothea (5) dikandung sewaktu mereka di Manado. Barulah anak ke-5, Daniel, menghabiskan seluruh masa janin hingga lahir di Jakarta.

Jumlah anak sampai 5, bagi pasangan Theo dan Sandra juga cerita tersendiri. Theo memang dari keluarga besar, namun Sandra hanya 2 bersaudara. Setelah kelahiran Abi, keduanya ingin ber-KB. "Tapi apa mau dikata, kebobolan terus. Selain mengalami beberapa kegagalan, saya pun pernah kehilangan spiral," kata Sandra. "Akhirnya, setelah melahirkan Daniel, saya minta disteril."

Buat pasangan ini, anak-anak adalah segalanya. Mereka yang terbiasa memanggil "Papa Theo" adalah rekan sepanjang hidup, sekaligus jadi rem manakala Theo terlalu keasyikan bermain uang.

THEO FRANCISCO TOEMION: PROFESI IDAMAN KARENA KEASYIKAN MAIN UANG (2)

http://forum.masterforex.org

Kasus Indonesia, menurut Theo, adalah bukti kesekian dari pelecehan para big boy terhadap otoritas moneter. Permainan selisih kurs antara Rupiah - AS $ jauh lebih mudah ketimbang permainan selisih kurs Yen - AS $ atau Mark Jerman - AS $ yang didukung otoritas moneter sangat berwibawa, dan karenanya disebut hard currencies. Akibatnya sangat mudah diterka, bahkan oleh ibu-ibu rumah tangga, pihak yang acap disalahkan karena dikira ikut-ikutan berspekulasi. Masalahnya, menurut Theo, selain tuduhan itu tak benar karena jumlahnya tak seberapa dibandingan dengan aktivitas pasar uang, pemikiran para ibu sangat simpel. Jika dulu mudah menghitung depresiasi, 3 - 4% setahun, siapa sangka tiba-tiba depresiasi bisa 20% dalam sehari? Kalau punya simpanan Rupiah dan berbunga, katakanlah 40%, pada akhir tahun tak akan mencapai jumlah jika didolarkan. Pada akhirnya memang tak ada pihak yang bisa disalahkan kalau terjadi perburuan mata uang asing, karena negara menganut rezim devisa bebas.



Menggelinding seperti bola salju

Di pasar uang, komoditas yang diperdagangkan tak cuma valuta asing. Menurut Theo, meski pemerintah mematok kurs Rupiah, tak berarti kegiatan berhenti. Ada pelbagai macam surat berharga dan surat-surat komersial yang diperdagangkan.

Memang, belakangan problem ekonomi negara kita tak cuma berasal dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri. Lembaga pemeringkat semacam Standard's & Poor, sekalipun banyak dicibir, pengaruhnya terhadap pasar sangat besar. Peringkat buruk yang disandangkan kepada Indonesia, Maret lalu, adalah klimaks dari kesulitan eksternal. Alat pembayaran berjangka seperti letter of credit (L/C) tak diterima, investor asing pun tak serta merta datang buat menanamkan modal. "Dengan peringkat itu, pembeli kertas berharga dari Indonesia tak lagi dianggap berinvestasi, melainkan dicurigai mau berspekulasi," kata Theo. "Kalaupun saya, misalnya, menempatkan diri sebagai broker untuk mendatangkan uang dari investor asing, sekarang ini sangat sulit. Ketidakpercayaan demikian kuat, perlu waktu lama untuk memulihkannya."

Pasar uang dunia memang sulit dilawan. Kalau kekayaan big boys sangat besar, itu konsekuensi dari hakikat pasar uang. "Istilahnya a snowball business, bisnis yang menggelinding bagai bola salju. Orang harus jadi besar untuk survive."
Bisnis pasar uang, menurut Theo, menganut filosofi dasar: bukan soal berapa jumlah uang yang akan Anda peroleh, melainkan berapa jumlah uang yang siap Anda habiskan. Gambarannya, jika seseorang kerja keras sepanjang tahun hingga memperoleh uang Rp 1 miliar, akan sangat keliru kalau menggunakannya untuk main valas. Tetapi jika seseorang mendapat lotere Rp 1 miliar, yang Rp 800 juta untuk beli rumah/tanah, Rp 100 juta untuk beli kendaraan, dan sisanya untuk main valas, silakan saja. "Maka, kalau ada seorang fund manager siap menghabiskan AS $ 5 miliar di pasar valas, tak terbayang berapa besar kekayaannya."

Bisnis di pasar uang tak sama dengan judi. Kata Theo, jika judi nasib pelaku 100% tergantung pada kartu, "Di pasar uang ada hal-hal yang bisa diperhitungkan dan dicarikan peluang."

Menurut Theo, ada 7 tingkat yang harus dicapai untuk betul-betul memahami bisnis ini. Selain 4 faktor penentu nilai mata uang yang sudah disebut tadi, ada beberapa hal lain seperti lobi atau hubungan, termasuk kemampuan berbahasa, faktor intelijen alias daya endus informasi, dan hal paling abstrak dan sulit, sehingga orang tak sanggup berpikir lagi. "Misalnya, semua faktor telah terpenuhi, prediksi sudah dilakukan, tapi tak ada action. Ketika faktanya sama dengan yang sebelumnya telah diperhitungkan, muncul rasa sesal kenapa tidak begini kenapa tidak begitu. Itulah yang saya maksud tingkat ketujuh."

Sekalipun menggiurkan, bisnis di pasar uang penuh kekecewaan. "Karena apa? It's about money. Orang hanya tergiur melihat angka. Mereka ramai-ramai bermain, sementara tatanan dan hukumnya tak mudah dipelajari. Lagi pula dunia itu sudah dikuasai mafia, big boys, dalam cara kerja yang terintegrasi. Apa pun permainan para pendatang, mafia-lah yang memperoleh keuntungan."

Menurut Theo, setelah perang dingin reda dan komunisme runtuh, tak ada lagi kekuatan yang punya daya penghancur sangat dahsyat selain uang. "Ketika uang menjadi komoditas, dampaknya global. Bencana keuangan di suatu negara segera bisa merembet ke negara lain. Siapa sekarang orang kaya di kawasan krisis yang merasa terjamin hingga 7 keturunan? Tak terbayangkan, uang bisa berlipat kali atau hancur sama sekali hanya dalam hitungan hari."

Jika ditarik ke dimensi filosofis, kata Theo, krisis ekonomi adalah akibat ulah manusia yang menganggap uang sebagai ideologi. Fakta menunjukkan, miliaran AS $ telah menguap entah ke mana. Lembaga keuangan banyak yang rugi, Soros rugi, demikian pula para big boy. Tak jelas ke mana uang-uang itu pergi.

"Inilah tanda-tanda zaman," kata Theo. "Tuhan kasih antibiotik untuk mereka yang terlalu menghamba pada uang. Orang kaya pusing, konglomerat pusing. Rasain."
Reply With Quote

THEO FRANCISCO TOEMION: PROFESI IDAMAN KARENA KEASYIKAN MAIN UANG (1)

http://forum.masterforex.org

Rupiah terpuruk, perekonomian gonjang-ganjing, dan negara di ambang Kebangkrutan. Ekonom bersuara, tak ketinggalan pula para anggota DPR. pengamat baru bermunculan. Makin bingunglah orang. Uraian siapakah yang jadi pegangan? "Tak ada yang bisa memberikan gambaran soal pasar uang dengan lebih jelas selain para pemain valas," kata Theo Francisco Toemion (42), pengamat pasar uang sekaligus pemain valas, meski kini lebih banyak membagi pengetahuan soal dunia yang telah belasan tahun ditekuninya itu kepada orang lain.



Theo Francisco Toemion, "Apa pun jalan yang ditempuh pemerintah, waktu pemulihannya sangat lama," katanya. Ada perbedaan antara pandangan para pakar dengan Theo F. Thoemion sehubungan dengan krisis ekonomi yang memburuk sejak kuartal terakhir tahun lalu. Pihak pertama lebih melihat krisis berpangkal pada lemahnya sistem perbankan, kebocoran anggaran, buruknya pengawasan, monopoli, kolusi, korupsi, nepotisme, dan ekonomi biaya tinggi. Sedangkan Theo lebih melihat ulah spekulan di pasar uang sebagai sebab paling dominan. Sisi-sisi negatif penyebab keroposnya fondasi ekonomi itulah yang menyebabkan krisis tak segera bisa diatasi. Kalau Korea, Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia bisa pulih dalam hitungan bulan, negara kita jauh lebih lama.

Sebagai pelaku pasar valas, Theo tahu betul, tanda-tanda bencana telah muncul sejak lama. Semuanya adalah permainan para fund manager atau pemain pasar valas, yang diwarnai keinginan untuk menguji ketangguhan otoritas moneter suatu negara. Ia tahu bagaimana pedagang besar valas - yang acap disebut spekulan - semacam George Soros memainkan peran dalam Yendaka, melambungnya nilai tukar Yen terhadap AS $, pada 1994. Ia juga mencatat, permainan para spekulan di Eropa memaksa pembahasan mata uang tunggal Eropa (Euromoney) lebih diintensifkan pada 1996. Selewat masa itu, para spekulan memang menurunkan aktivitas. Tapi lewat media massa Theo memperingatkan, "Hati-hati, bukan mustahil mereka akan mengalihkan perhatian ke Asia," begitu antara lain tulisnya saat itu. "Mereka menunggu kesempatan bermain mata uang menarik, exotic currencies seperti Won, Bath, Peso, Ringgit, atau Rupiah. Jangan lupa, Indonesia negara kaya. Karena itulah mereka membidik kawasan ini, bukan ke Afrika, misalnya."

Betapa tidak. Salah satu kawasan paling dinamis di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi tiap negara rata-rata 7%/tahun, itu tak punya batasan berarti bagi lalu-lintas devisa. Otoritas moneternya juga belum teruji. Kalau dalam persaingan di Amerika, Eropa, dan Jepang para spekulan sering kalah, siapa tahu di kawasan ini. Maka bermainlah mereka.

Pertengahan tahun lalu, saat pemerintah memperlebar pita intervensi, mereka menangkap sinyal "tantangan" itu, dan terpacu gairah untuk bermain dengan Rupiah. Ketika Oktober 1997 duet Soedradjat Djiwandono - Mar'ie Muhammad memutuskan untuk melepas ambang intervensi, mereka pun mendobrak. Rupanya, keputusan historis untuk membiarkan Rupiah mengambang bebas itu tak didukung kondisi yang cukup. Nilai tukar dikuasai dan dimainkan, bahkan dalam seminggu bisa terdepresiasi sampai 50%. Utang membengkak, harga barang melonjak, produksi mandek, banyak perusahaan bangkrut. Inflasi membubung, dan perekonomian nyaris ambruk. Tak disangka, fondasi ekonomi kita demikian keropos.boleh ada berita buruk.

"Kalau Korea mengangkat Soros jadi penasihat ekonomi dan Thailand memberi konsesi bisnis pemintalan, hingga ia bisa melarang spekulan menyerbu kedua negara itu, apakah kita juga mau menggadaikan diri?"tanya Theo.



Ada 4 faktor yang menurut Theo bisa jadi penentu naik turunnya kurs: fondasi ekonomi makro, carta/grafik berdasarkan rumus, faktor teknis-psikologis, dan ulah para spekulan. Soal fondasi ekonomi, menurut Theo, pasar telah mendapat bukti rentannya perekonomian kita. Carta atau grafik pun sudah dibuat saat kita menempuh rezim devisa terkontrol; misalnya dengan mematok depresiasi tahunan 3 - 4%. Sedangkan faktor psikologis sangat berhubungan dengan ulah spekulan, apa lagi dalam rezim devisa bebas. "Sekali pasar memperoleh bukti mata uang suatu negara bisa didikte, mereka mendikte terus."

Pendiktean harga, yang terjadi setelah ada dorongan psikologis, berawal dari berita-berita politik yang berpotensi "dimainkan". Theo menunjuk contoh, seluruh dunia tahu Indonesia pra-11 Maret 1998 menghadapi suksesi. Maka berita tentang Presiden Soeharto dan situasi sosial politik menjadi bahan permainan spekulan. Keadaan sakit, yang dalam bahasa Inggris bisa dirumuskan dalam beberapa kata, mulai dari He's sick, He's ill, sampai He's seriously ill, mengakibatkan beraneka nilai kurs.

Memang benar. Menurut catatan Theo, grafik penurunan itu berlangsung sejak bank sentral ketahuan tak punya nyali sehingga menyebabkan Rupiah turun dari Rp 3.000,- ke Rp 3.800,- terhadap AS $. Angka turun lagi ke Rp 4.400,- karena Pak Harto istirahat. Kemudian menjadi Rp 4.800,- karena imbas krisis Korea, turun ke Rp 5.600,- karena Pak Harto batal ke Malaysia, dan dari Rp 6.200,- ke Rp 9.000,- karena pencalonan B.J. Habibie sebagai wakil presiden. Kurs membaik setelah penandatanganan nota kesepakatan dengan IMF 15 Januari, namun turun lagi setelah terjadi beberapa kerusuhan dan demonstrasi.

Kenyataan itu membuktikan, dalam rezim devisa bebas segala berita dan peristiwa baik menjadi syarat utama. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya.

Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. "Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini," kata Theo. "Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan. Pemain seperti saya yang diperhatikan."

Lantas, berapa kurs AS $ yang wajar? "Ambil nilai terakhir sebelum krisis Rp 2.400,-. Ditambah 80%-lah, sekitar Rp 4.320,-." Penjelasannya, dalam 10 tahun terakhir perbedaan suku bunga antara AS $ dan Rupiah sekitar 10%. Suku bunga AS $ 5% dan suku bunga Rupiah 15%. Selisihnya 10%, dan dalam 10 tahun menjadi 100%. Sementara depresiasi per tahun, katakanlah 4%. Jadi dalam 10 tahun menjadi 40%. "Nah, selisih antara perbedaan suku bunga dan depresiasi dalam 10 tahun, 100% - 40% = 60%. Tak usah dipatok 60%; beri kemungkinan sampai 80% untuk ditambahkan pada kurs terakhir. Jadi 180% dari Rp 2.400,- = Rp 4.320."

Theo bersama keluarga. Tapi sekali lagi kenyataan membuktikan, segala teori dan hukum ekonomi tak berlaku bagi kurs yang liar karena permainan.



Kalau kita konsisten, pasar akan respek

Dunia perdagangan valas dewasa ini bagaikan dikontrol para fund manager besar yang disebut big boys. Menurut Theo, jumlah big boys yang tercatat saat ini 2.500 orang. Akumulasi modal mereka sekitar AS $ 1.300 miliar, dan dalam keadaan terpaksa bisa mendapat pinjaman hingga 10 kali lipatnya. Jumlah ini sungguh raksasa, sebab cadangan devisa negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD pun kalau digabung tak lebih dari AS $ 700 miliar. Maka bisa dibayangkan betapa konyolnya gagasan untuk melawan spekulan dengan cadangan devisa hanya AS $ 20 miliar, misalnya.

Dari 2.500 big boys itu terbawa serta ribuan orang lain sebagai mitra atau pelaksana. Sudah menjadi kebiasaan, pengambilan posisi para pelaksana ditentukan oleh tokoh besar. Jika Soros, misalnya, mengambil posisi Rp 9.000,- untuk 1 AS $, yang lain pasti mengikuti. Jika esoknya Soros menjual dengan harga Rp 9.500,-, yang lain pun pasti ikut. Semua serempak, dan begitulah nilai mata uang dimainkan.

Kalau mata uang suatu negara dipatok pada nilai tetap, spekulan memang tidak lagi bisa main. Hanya saja, menurut Theo, konsekuensinya ada dalam perekonomian negara yang bersangkutan. Bagi Theo, reformasi ekonomi apa pun yang dipilih pemerintah tak penting benar, asal bisa mengatasi segenap konsekuensinya. Misalnya, pelepasan batas intervensi mensyaratkan perbaikan ekonomi total, sedangkan pematokan nilai uang mensyaratkan cadangan devisa yang cukup dan perbankan yang sehat.

"Tak bisa pula dilepaskan faktor keberanian bank sentral. Kepada siapa pun yang mau memaksakan kehendak, bank sentral tak boleh setengah hati. Kalau perlu habis-habisan berintervensi. Jika ini terus berlanjut, dan dunia membuktikan konsistensi kita, pasar pun akan segan," kata Theo. "Betapa pun kuat dan nafsunya spekulan, kalau menghadapi otoritas moneter yang teguh dan konsisten, mereka juga berpikir untuk main-main. Seperti pernah dialami Hongkong, para spekulan menghentikan serbuan karena tahu Inggris berada di belakangnya. Tak seorang pun ragu ketangguhan sistem keuangan Inggris."

George Soros: Si Kontroversial

http://forum.masterforex.org



Pernahkah Anda mengira bahwa satu orang saja cukup untuk membuat geger Bank Sentral Inggris di London. Anak dari seorang mantan tahanan perang dunia I ini sanggup untuk mengguncangkan Bank Sentral Inggris. Kami mengajak Anda untuk mengenal sosok yang bernama György Schwartz atau dunia lebih mengenalnya dengan George Soros. George Soros (Shorosh) dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1930 di Budapest, Hungaria. Ia juga dikenal sebagai György Schwartz seorang spekulan keuangan, investor saham, dermawan dan seorang aktivis politik di Amerika.

Mungkin Anda semua masih ingat peristiwa beberapa tahun lalu dimana Soros dikenal sebagai "penghancur Bank Sentral Inggris (Bank of England)" pada hari Rabu kelabu pada tahun 1992. Apakah Anda mengingat hal itu? Ya, beliau melakukannya. Dengan segelontor uang yang sebesar 8,5 milyar dollar AS. Dia dimasukan majalah Forbes sebagai orang terkaya ke-80 didunia.
Ketua FED (Federal Reserve Department) yang pertama, Paul Volcker, pada tahun 2003 menulis sebuah kata pengantar dalam buku karangan Soros yang berjudul The Alchemy(yang diartikan sebagai filosofi dan disiplin spiritual ) of Finance demikian :

" George Soros telah berhasil membuat dirinya sebagai spekulan sukses terbesar didunia, dimana dia juga berhasil mendapatkan banyak uang dari investasinya tersebut. Bagian terbesar dari kesuksesannya itu membuat masyarakat dunia menjadi sadar untuk "membuka mata" terhadap dunia perdagangan dan juga yang lebih penting yaitu bersedia menerima ide-ide baru dari segala pemikiran dan kebiasaan dalam berinvestasi yang terus berkembang dengan pesat."



Pria berkebangsaan Yahudi Kelahiran Hungaria ini banyak mengalami pahit getirnya kekejaman Nazi, pendudukan Sovyet dan terlunta-luntanya hidup di London, yang membentuk kepribadiannya seperti sekarang ini. Tahun 1947 meninggalkan Hungaria menuju London. Disini dia mengenyam pendidikan di London School of Economics. Pada saat itulah dia berkenalan secara langsung dengan filsuf Karl Popper, yang menulis buku berjudul ”The Open Society and Its Enemies.” Pada usia mendekati 50 tahun kekayaan George Soros mendekati US $ 100 juta, sepertiganya merupakan kekayaan pribadi. Suatu jumlah yang lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga Soros. Dari sini mulai berpikir, apa yang akan dilakukan. Akhirnya diputuskan membentuk Open Society Institute dengan tujuan memajukan masyarakat tertutup; menjadikan masyarakat terbuka lebih mampu bertahan hidup; mempromosikan mode berpikir kritis.

Dengan yayasannya itu Soros membantu negara-negara (bekas) satelit Uni Sovyet di Eropa Timur berdiri serta negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin Beberapa berhasil tetapi ada juga yang gagal. Terakhir adalah ketika dia berkampanye untuk menentang pemilihan kembali Presiden George W. Bush tahun 2004. Seperti diakuinya, peranannya yang bagaikan seorang negarawan tanpa negara ini karena pada dirinya terdapat tiga hal. Pertama mempunyai kemampuan dalam hal mengembangkan kerangka konseptual, kedua peletak keyakinan-keyakinan etis dan politis yang teguh dan ketiga karena mempunyai banyak uang.


Selain sebagai pendiri lembaga Soros Fund Management dan Open Society Institute dan juga menjabat sebagai Direktur Utama dari lembaga Council on Foreign Relations, dia juga banyak memberi bantuan pada Partai Solidaritas Buruh di Polandia, Lembaga Kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia (sekarang Rep. Ceko), dan kontribusi aktif pada suatu partai politik di Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Dana dan organisasi dari lembaga Georgia's Rose Revolution(lembaga ini disebut-sebut sebagai lembaga terbesar dari lembaga yang pernah didirikan) yang didirikannya juga berjalan dengan baik. Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.

Warren Buffett : Legenda Pasar Modal (2)

http://forum.masterforex.org

Dua Guru Buffett

Warren Buffett mengaku mengagumi pula, selain Benjamin Graham, Philip Fisher. Dua orang yang dianggap sebagai maha guru oleh Buffett memiliki karakter investasi yang berbeda. Graham lebih dikenal dengan strategi investasi nilai. Saat memilih saham, Graham selalu mendasarkan pada analisis fundamental keuangan perusahaan dan strategi diversifikasi. Artinya, Graham menekankan pada kriteria kuantitatif, selalu mencari saham yang harga pasar jauh di bawah harga wajar.

Sebaliknya, Philip Fisher lebih menekankan pada kriteria kualitatif. Menurut Fisher, sebelum membeli saham sebuah perusahaan, lihat dulu tim manajemen pengelolanya, bagaimana cara perusahaan tersebut dikelola. Buffett melihat, ada kesamaan dari kedua orang pakar tersebut. Keduanya sukses dan sama-sama berpikir jangka panjang untuk setiap investasi. Graham misalnya menganjurkan agar investor memilih saham yang layak dipegang, meski pun pasar saham mendadak tutup besok. Sedangkan Fisher memberi contoh lewat cara dia memegang saham Texas Instrument, yang dibeli sejak awal perusahaan tersebut melakukan private placement. Nah, Buffett sang brilian, mencoba menggabung strategi Graham dan Fisher. Sebelum menentukan pilihan, dia akan meriset perusahaan tersebut habis-habisan, mulai dari sisi bisnis, manajemen, finansial dan pasar. Dengan dasar riset tersebut Buffett mengerti benar tentang perusahaan-perusahaan yang hendak dibelinya. "Belilah perusahaan sederhana dan mudah dipahami. Kinerja masa lalunya konsisten dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan," pesannya kepada para investor.



Pakem investasi itu diterapkan oleh Buffett ketika membeli saham Coca-Cola, Gillete, dan Walt Disney. Coca-Cola perusahaan yang paling disukai oleh Buffett, karena memiliki merek dagang yang sangat kuat dan menguasai pangsa pasar dominan.

Ketiga korporasi andalan Buffett memang bernasib sial pada 1998. Tapi, itu bukan berarti habis. Waktu memilih Coca-Cola, Buffett bukan tidak melihat bahwa akan ada pesaing yang muncul kemudian. Justru ia berasumsi, dengan munculnya produk baru, maka para pemasar Coca-Cola akan semakin gencar memasarkan produknya. Minimal akan mempertahankan pangsa pasar. Selain itu, manajemen keuangan akan mampu mengoptimalkan laba.

Inti dari semua itu, Buffett lebih berpikir tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya dikenal dengan baik. Alasan itu pula yang membuat ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft. Padahal semua orang kini melihat ekspansi Microsoft di dunia ini. Ketergantungan pengguna komputer terhadap Microsoft begitu tinggi, barangkali mirip dengan apa yang dilakukan Coca-Cola. Tapi sekali lagi, meski pun Bill Gates pemilik Microsoft adalah sahabat dekat Buffett, tapi ia tak berminat membeli saham Microsoft. Buffett tak memahami produk tersebut.

Perlu dicatat juga, Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Misalnya, terhadap Coca-Cola yang jatuh pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Menurut asumsinya, setelah penurunan itu Coca-Cola bukan hanya akan memperbaiki kinerjanya. Kondisi mutlaknya, manajemen harus memenuhi tiga syarat. Pertama, mereka harus rasional. Kedua terbuka kepada pemegang saham. Ketiga, menolak untuk meniru praktik dan kebijakan manajemen perusahan lain, tanpa memedulikan kesesuaian nalar. Sikap berpikir jangka panjang itu pula yang membuat ia kerap melawan apa yang terjadi di pasar. Menurutnya pasar muncul setiap hari dan menawarkan pada harga berapa Anda membeli dan menjual. Harganya berubah-ubah tak menentu.

"Pasar bertugas melayani Anda bukan membimbing Anda. Dompetnya dan bukan kearifannya yang Anda butuhkan," katanya suatu saat. Kejutan-kejutan bukan hanya ditunjukkan Buffett lewat model investasinya di pasar modal. Itu juga terjadi dalam kehidupan pribadinya. Beberapa pekan lalu, kita dibuat tercengang dengan keputusannya untuk menyumbangkan 85 persen kekayaan, sekitar 34 miliar dolar AS kepada yayasan milik Bill Gates sahabatnya. Keputusan itu didasarkan atas pesan Susan sebelum wafat dua tahun lalu. "Berikan sebagian kekayaan kita kepada publik."

Cara Buffett Memilih Saham
Kemampuan Warren Buffett memilih saham yang bernilai di bawah harga pasar, merupakan bukti hidup yang mengagumkan. Beberapa ahli mengatakan, kemampuan itu sekaligus menjadi bukti kegagalan teori akademis yang meyebutkan bahwa pasar bersifat efisien. Artinya harga saham berkait erat dengan informasi yang beredar di publik tentang perusahaan terkait.
Menurut Buffett, pasar kerap salah menentukan harga. Pasalnya harga pasar kerap ditentukan oleh emosi para investor. Padahal emosi para investor bersifat jangka pendek, sementara dalam jangka panjang pasar justru akan mengikuti fundamental perusahaan.

Lantaran itu seperti ditulis Robert G Hagstroom Jr dalam The Warren Buffett Portfolio (1999), Buffett lebih memilih fokus kepada beberapa saham ketimbang harus menyebar investasi ke banyak saham perusahaan. “Pilih beberapa saham yang kemungkinan besar akan menghasilkan tingkat pengembalian di atas rata-rata dalam jangka panjang. Pusatkan investasi Anda pada saham-saham tersebut. Kuatkan mental Anda dari godaan fluktuasi harga pasar. Begitu penjelasan Buffet dalam buku tersebut. Persoalannya bagaimana investor harus menentukan saham pilihannya. Yang dilakukan Buffett sebelum menentukan pilihan berpatokan pada empat prinsip: bisnis, finansial dan pasar.

Buffett selalu membeli perusahaan yang bisnisnya sederhana dapat dipahami. Perusahaan memiliki kinerja masa lalu yang konsisten dan juga memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Dasar inilah yang membuat Buffett tidak mau masuk ke Microsoft. "Jika Anda tak memahami bisnis suatu perusahaan, Anda tak dapat membuat penilaian rasional terhadap nilai investasinya." Selain itu, manajemen perusahaan harus memiliki tiga persyaratan, yaitu harus rasional, terbuka kepada pemegang saham, tidak meniru manajemen perusahaan lain dan harus mengalokasikan uang perusahaan ke investasi yang memiliki nilai tambah bagi pemegang saham.
Buffett akan membeli perusahaan yang tingkat pengembalian ekuitas (ROE) bagus, bukannya pendapatan per saham. Selisih laba mesti tinggi dan setiap dolar yang ditahan oleh perusahaan, perusahaan dapat menciptakan minimal sedolar nilai pasar perusahaan.

Buffett hanya membeli saham jika harganya menarik. Maksudnya, adalah saat harga saham jatuh ke bawah harga wajar hasil analisis, dengan dasar perusahaan itu beroperasi terus dan sehat. Selisih harga pasar dan harga wajar ini berfungsi sebagai marjin aman (margin of safety), yang dapat mengurangi kerugian karena salah hitung. Marjin ini juga jadi salah satu sumber keuntungan jika saham kembali ke harga normal.

Warren Buffett : Legenda Pasar Modal (1)

http://forum.masterforex.org

Bila saja tujuh keajaiban dunia bisa ditambah dan tidak hanya terdiri dari karya arsitektur, tapi juga orang, maka Warren Buffett boleh diusulkan sebagai salah satunya. Bayangkan saja, dalam sekitar 29 tahun, ia bisa meroketkan modalnya dari 100 dolar AS menjadi 57,4 miliar dolar AS pada Mei 1999. Forbes, majalah ekonomi kelas dunia, pada 2005 menempatkan Buffett sebagai pengusaha terkaya kedua di dunia setelah William Gates alias Bill Gates pemilik Microsoft. Jika kekayaan Gates 46,5 miliar dolar AS, maka Buffett 44 miliar dolar AS. Pemilik Microsoft ini kini (200 hanya menempati urutan ketiga orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan US$ 58 milliar dollar. Sedangkan total kekayaan Warren Buffett tahun 2008 ini telah mencapai US$ 62 milliar dollar. Menurut majalah Forbes, setelah Warren Buffett, Carlos Slim Helu, CEO Telmex dari Mexico menempati urutan kedua setelahnya.



Masih menurut majalah Forbes, Warren Buffett yang menjalankan bisnis sebagai investor ini mampu melipatgandakan kekayaannya dengan luar biasa cepat. Dalam setahun ia dapat menaikkan kekayaannya US$ 10 milliar dollar, sedangkan Gates hanya mampu menaikkan US$ 2 milliar dollar kekayaannya dalam setahun. Hal ini tentu saja memukul kalah Bill Gates dalam perolehan kekayaan.

Keping-keping uang Buffett diperoleh dari keuntungan sesudah membeli perusahaan-perusahaan terdaftar di pasar modal yang dapat diakses setiap investor. Karena itu pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska yang sudah secara total berkecimpung di bursa, boleh disebut sebagai salah seorang ikon pasar modal.

Warren Buffett dilahirkan di omaha pada tanggal 30 Agustus 1930 dijuluki sebagai "Si Bijak dari Omaha" atau "Sang penasihat dari Omaha", adalah seorang investor, pebisnis, dan juga seorang filantopis., Nebraska. Ayahnya bernama Howard Buffett, seorang broker saham dan juga anggota DPR AS. Ibunya bernama Leila Buffett. Sejak kecil Buffett sudah diajarkan tentang bisnis dan matematika, terutama matematika kompleks yang dia kuasai dengan cepat. Dia juga banyak membaca buku tentang bisnis dan pasar modal sejak dini.

Pada usia 11 tahun, dia sudah bekerja pada broker ayahnya, pada tahun yang sama juga dia membeli saham pertamanya yaitu saham Cities Services seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Beberapa tahun kemudian, harga saham yang telah dia jual mencapai $200 per lembar. Hal itu menyebabkan Buffet berpikir untuk tidak terburu-buru untuk melepas sahamnya. Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di banku SMA, dia memulai bekerja dengan memasang mesin pinball di tempat potong rambut, dan dari keuntungan usaha sebesar $ 1200 dia membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal. Meski dia tergolong anak yang pandai disekolah, tapi Buffett malah berpikir bahwa sekolah bukan tempat untuk mengasah naluri bisnis dan wirausaha yang mengalir dalam darahnya.

Ia mulai lagi dengan menjadi loper koran, lalu bergabung dengan Wilson Coin Op, sebuah perusahaan pembuat mesin pinball. Dan yang pasti, Buffet mendapatkan pendapatan pasif dari uang sewa yang dibayarkan oleh petani yang menyewa tanahnya. Saat dia lulus dengan nilai terbaik dari 20 besar dikelasnya, Buffet mempunyai simpanan uang sebesar $5000. Kala itu usianya masih 16 tahun. Seringkali Buffet membantu ayahnya dengan bantuan finansial dan dia juga membiayai sekolahnya sendiri.

Pada tahun 1947, saat Buffet lulus SMA dari Washington, DC's Woodrow Wilson High School, Warren Buffet mulai masuk ke jenjang perguruan tinggi di University of Pennsylvania, kemudian dia pindah ke University of Nebraska. Semasa kuliah, dia pernah membaca buku Benjamin Graham's The Intelligent Investor yang membuka kesadaranya untuk segera memulai investasi.

Buffett mendapatkan gelar Master Ekonomi pada Columbia Business School. Disana Buffet sempat diajar oleh Benjamin Graham, Walter Schloss dan Irving Kahn yang merupakan investor berpengaruh pada masa itu. Filosofi bisnis Buffett sangat dipengaruhi oleh buah pemikiran dari Philip Fisher. Setelah mendapat nilai A+ pada mata kuliah Analisa Ekonomi dengan dosen Benjamin Graham, Buffet bertemu dengan Graham-Newman. Sebelumya Buffet bekerja pada broker ayahnya sebagai salesman sampai suatu ketika ia bertemu Graham yang belakangan memberinya posisi pekerjaan pada tahun 1954. Buffet kembali ke Omaha dua tahun kemudian, ketika itu Graham mengundurkan diri dari jabatannya.

Buffett mengumpulkan kekayaan yang berlimpah dari sebuah perusahaan investasi yang bernama Berkshire Hathaway, dimana dia juga sebagai pemegang saham terbesar merangkap sebagai CEO diperusahaan tersebut. Dengan jumlah kekayaan bersih (kira-kira) sebesar US$ 52 milyar, dia menduduki peringkat ketiga terkaya didunia berdasar survey pada April 2007 dibawah Bill Gates dan seorang pebisnis asal Meksiko yang bernama Carlos Slim Helú.

Sesuai dengan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, pada bulan Juni 2006 Buffett menyumbangkan 83% hasil keuntungan usahanya pada Bill and Melinda Gates Foundation. Total donasi Buffett kala itu mencapai $30 milyar, sebuah pencapaian donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates Foundation.

Meskipun memiliki kekayaan dalam jumlah besar, Buffett lebih dikenal sebagai orang yang sederhana dan hemat. Pernah suatu kali dia mengeluarkan dana $ 9,7 juta dari usaha Berkshire sebagai klausul dengan perusahaan jet pada tahun 1989, dia membuat sebuah lelucon yang berjudul "Sebuah hal yang tidak dapat dipertahankan" karena kritik yang dilontarkan sebelumnya kepada CEO lain tidak dipertimbangkan karena nilai kontrak tersebut amat tinggi. Saat ini Buffett masih tinggal dalam kesederhanaan di kompleks Dundee, dekat Omaha, Nebraska. Rumah tersebut ia beli seharga $ 31.500. Dia juga pernah menjual sebuah rumah mewah miliknya di Laguna Beach, California senilai $ 700.000.

Pada tahun 2006 gaji tahunannya adalah sebesar $ 100.000, yang nilainya lebih kecil dibandingkan gaji eksekutif lain di perusahaan sejenis. Sekedar informasi, gaji CEO yang perusahaannya terdaftar dalam S&P500 rata-rata sebesar $9 juta setahun pada tahun 2003. Terlepas dari hal itu semua, nama Buffett terdaftar sebagai 100 Orang Berpengaruh di Dunia versi majalah Time.
Buffett mendirikan perusahaannya yang pertama pada tahun 1956 yang bernama Buffett Associates, Ltd. Modal usahanya kala itu adalah $100.000 dari Buffet dan $ 105.000 dari gabungan mitra usaha yang terdiri dari keluarga dan teman-teman Buffet.

Lalu, Buffett juga mendirikan beberapa kerjasama usaha yang kemudian digabung menjadi Buffett Partnership Limited. Kala itu ia menjalankan bisnisnya dari tempat tidur. Dia sibuk menyusun pendekatan investasi dan struktur pembagian hasil usahanya. Investasinya saat itu merugi 30% selama tahun 1956-1969.
Buffet mempunyai tiga pendekatan dalam hal SDM :
1. Umum : menilai saham berdasar karakteristik dan tingkat pengembalian dan resikonya.
2. Menengah : SDM diluar lingkup pekerjaan usaha, seperti bagian Merger, Akuisisi, likuidasi,dll.
3. Pengendalian : Seperti membangun unit usaha, dan juga dengan pemegang saham.

Pada bulan September 2005, Bill Gates dan Warren Buffet, dua orang terkaya AS dan terkaya di dunia, duduk bersama para mahasiswa Universitas Nebraska. Disana mereka diberondong pertanyaan dari para siswa dimana disini dua orang kaya ini menunjukkan sikap terbuka akan tanggung jawab mereka untuk menggunakan kekayaan demi tujuan memperbaiki dunia.
Daripada “pensiun” dan tidak melakukan apapun, dua orang yang luar biasa kaya ini secara aktif mengejar pekerjaan yang mereka rasakan penting. Ketika Warren Buffet, pria 77 tahun ditanyai apa yang akan dikerjakan 10 tahun mendatang dari sekarang, dia mengatakan : “Saya akan melakukan persis dengan apa yang saya lakukan sekarang karena saya sekarang melakukan persis apa yang saya sukai”.

Sedang Bill Gates khusus menghabiskan 2 minggu dalam setahun agar dirinya dapat focus membaca dan memikirkan berbagai “proposal ide dan gagasan” yang dikirim orang kepadanya. Dia amat berkepentingan mendapatkan “amanat” dari berbagai proposal itu dan tidak ingin kehilangan untuk melihat kesempatan baru.

Seorang muda menanyai Warren Buffet tentang apa pendapatnya tentang sukses. Warren menjawab bahwa dia berpikir sukses itu memiliki banyak orang yang mencintainya ketika ia menjadi semakin berumur. Warren ingin mengatakan bahwa dia telah melihat orang yang membuat banyak uang namun berakhir dengan tidak seorangpun yang mengasihinya.
Orang-orang ini kelihatnya berpikir secara berbeda dibandingkan kebanyakan orang Amerika.

Jika anda benar-benar menemukan pekerjaan yang anda sukai, pensiun menjadi kehilangan maknanya. Jika anda menemukan tujuan dalam pekerjaan anda, uang akhirnya hanya menjadi produk sampingan. (nat)

Warren Buffett 2

Tulisan kali ini akan berisi petuah investasi bijak dari Kakek Waren Buffet yang saya dapat dari rekan di milis investasi.. Menarik, bisa jadi salah satu pilihan dalam berinvestasi.. seperti kata pepatah, “jangan taruh telur Anda dalam satu keranjang”.. Bisa jadi petuah Kakek Waren ini menjadi keranjang investasi yang lain.. Semoga..

1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit, misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA

Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bahwa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak, gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak-banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi?

Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett ” mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen “. Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atua surat kabar.

3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT

Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM (PT Telkom, Tbk) atau ISAT (Indosat) yang dapat mewakili situasi ini.

Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini.

Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda.

Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

Buffett sama sekali tidak menjual saham Washington Post yang dia miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

4. BERSABARLAH

Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat “peluru” nya “ “nyangkut” karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

9. TERAPKAN KETIDAKAKTIFAN BUKAN HYPERAKTIVITAS

Energi yang dikeluarkan bursa saham betul-betul luar biasa. Di IHSG, 3 – 7 triliun Rupiah berputar setiap hari.

Apalagi dalam keadaan extreme bullish (kecenderungan bergerak naik) atau bearish (kecenderungan bergerak turun). Dimana suasana yang hingar bingar ini amat menulari para pemain saham. Banyak dari lembaga keuangan dan reksadana yang betindak tanpa kontrol, mengubah portofolio mereka setiap hari.

Jika para Manager Investasi yang notabene melek dunia saham dan paham berbagai analisa fundamental dan teknikal saja bisa ikut tertular virus trading saham , apalagi kita yang awam ?

Buffett menyatakan, “ ketidakaktifan adalah perilaku yang cerdas” . Sebab, menurutnya, investor sejati dapat menghasilkan uang, walaupun ia sedang tidur.

Hal ini dibuktikannya dengan tetap memegang saham Coca Cola sejak tahun 1994, American Express sejak tahun 1998, dan Washington Post sejak tahun 1973, TANPA DITRADINGKAN LAGI. Benar-benar suatu pola yang tidak disukai para trader.

Ia mempunyai alasan bahwa trading terlalu sering bisa merugikan akibat sulitnya mengontrol diri, juga timbulnya biaya-biaya trading yang tidak kita sadari, seperti fee beli, fee jual, pajak, dsb.. dsb, yang ujung-ujungnya mengurangi keuntungan kita.

10. JANGAN MELIHAT TICKER

Saya pribadi selalu melakukan “sarapan “ dengan memantau harga terakhir bursa –bursa regional, sebelum jam bursa mulai. Ketika jam perdagangan dimulai , tiap 5 – 10 menit, pasti mata melihat ke computer memantau pergerakan harga saham andalan saya. (Ini menurut sumber yang menulis tulisan ini, bukan Wibi sebagai pengutip).

Apakah hal ini juga dilakukan oleh Waren selaku investor kelas paus? Jawabnya adalah TIDAK. Jadi bagaimana cara dia memantau pergerakan harga sahamnya? IA TIDAK PERNAH MELAKUKANNYA. Komputernya lebih banyak digunakan untuk main Bridge daripada memantau harga saham.

Menurutnya, kita tidak perlu menggubris pegerakan harga saham untuk jangka pendek jika kita telah memilih perusahaan yang tepat.

Jika kita telah memiliki saham dalam bisnis yang hebat, jangka pendek tidak terlalu penting.

Bagaiamana seandainya harga sahamnya yang tidak pernah dipantau, tiba-tiba terjun bebas akibat bursa crash diterjang badai resesi? Gampang. Itulah saat yang tepat untuk nambah lagi porsi sahamnya, karena harganya jadi lebih murah.

Menurutnya, daripada waktu Anda dihabiskan memelototi pergerakan harga saham yang bikin jantung ber”aerobic “, lebih baik fokus memantau kinerja bisnis perusahaan tersebut, yang meliputi manajemen, arus kas, pendapatan dll.

Warren Buffett tidak pernah tahu berapa harga jual saham Berkshire Hathaway perusahaannya sekarang atau berapa harga jualnya besok. Ia hanya peduli pada harga jual satu decade kedepan yang akan menggambarkan nilai sejati perusahaannya.

11. LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hampir 150 point.

Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang tejadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya.

Justru saat inilah Buffett melihat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga murah. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadaan sesungguhnya, tiap orang panik dan berlomba jualan saham.

Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta ( uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali ? ). Sekarang, lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 perlembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda.

Ingat kata Buffett, “Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut “.

12. JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun, membuat keputusan investasi yan bagus itu sudah cukup.

Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukullah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot.

Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot.

Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus.

Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi. Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya….Grand Slam!

Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang,dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya? Tadi itulah Sweet Spot.